Oi-Tulungagung

Lagu Sore Tugu Pancoran

Posted by Unknown on Jumat, 29 Juni 2012 , under | komentar (0)





Si budi kecil kuyup menggigil

Menahan dingin tanpa jas hujan

Di simpang jalan tugu pancoran

Tunggu pembeli jajakan koran

Menjelang maghrib hujan tak reda

Si budi murung menghitung laba

Surat kabar sore dijual malam

Selepas isya melangkah pulang


Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu

Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu

Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu

Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal


Cepat langkah waktu pagi menunggu

Si budi sibuk siapkan buku

Tugas dari sekolah selesai setengah

Sanggupkah si budi diam di dua sisi

Iwan Fals bersama polisi cilik di PagarAlam

Posted by Unknown on Kamis, 28 Juni 2012 , under | komentar (0)



Foto bang Iwan bersama polisi cilik di Pagar Alam by @ferry_lucky


Iwan Fals - Bento [Video]

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDNaRp1D2hA5T7_xa6YEDIUSogucTwrgnVPQDCdCWUQ0dW6gq6A910SnrVMLZIm06hzQM4aMzXPhQsiEGNF6xaqi_PmYRbKkSoKinfKRa0VK1IG4xZFGzv_Xu1WsmVFYRRnl0PohSJuoU/s1600/iwan-fals2.jpg




Lirik lagu Iwan Fals Bento

E
Namaku Bento, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
A
Orang memanggilku bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas segalanya
E
Asyik…!
E
Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
A
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
Yang penting aku senang, aku menang
B A
Persetan orang susah karena aku
B A
Yang penting asyik, sekali lagi
E
Asyik…!
E
Khotbah soal moral, omong keadilan
A
sarapan pagiku
E
Aksi tipu-tipu, lobying dan upeti
A
wow…jagonya
E
Maling kelas teri, bandit kelas coro
A
itu kan tong sampah
B A
Siapa yang mau berguru datang padaku
B
Sebut tiga kali namaku
A
Bento, Bento, Bento
E
Asyik…!

Download lagu ini yok

Iwan Fals - Ibu [Video ]

Posted by Unknown on , under | komentar (0)





Lirik lagu Iwan Fals Ibu

(*)
Am FM7 Am
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
FM7 Am/D E
Lewati rintang untuk aku anakmu
Am FM7 Am
Ibuku sayang masih terus berjalan
FM7 Am/D E Am
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Am/B C Am/D FM7 Am
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
C Am/D FM7 Am
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Int : Am Am/C Am/B
Am FM7 Am
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
FM7 Am/D E Am
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Am/B C Am/D FM7 Am
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
C Am/D FM7 Am
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Int : Am FM7 Am7 Am/D
Am C C/B
kembali ke (*)

Bikin Soundtrack 'MAMA CAKE', Iwan Fals Resapi Dulu Filmnya

Posted by Unknown on , under | komentar (1)



Bikin Soundtrack 'MAMA CAKE', Iwan Fals Resapi Dulu FilmnyaKapanlagi.com - Mungkin inilah sosok seniman sejati. Iwan Fals yang dipercaya mengisi soundtrack film MAMA CAKE dengan lancar menjalankan tugasnya. Hanya dengan melihat filmnya, Iwan Fals dengan lancar menggarapnya.
Ditemui saat take vocal soundtrack MAMA CAKE di Studio Bilangan Cipete Raya, Jakarta, Senin (11/6) malam, Iwan menceritakan tentang proses pembuatan soundtrack film karya Anggy Umbara ini.
"Prosesnya saya nonton film itu lalu diminta ngisi soundtrack. Diminta di aransemen, saya langsung mengiyakan. Prosesnya sekitar 2 minggu. Saya dengar aransemen yang ada di musik itu. Karena saya sudah nonton filmnya saya jadi nggak terlalu sulit untuk meresapi," tutur Iwan.
Selain bernyanyi dan turut menggubah aransemen lagu soundtrack, Belum Ada Judul, Iwan juga memainkan harmonika dalam lagu. Lagu soundtrack ini ia garap bersama Fajar Budiman dari Laduni Band.
Lagu ini sejatinya bukan lagu baru. Untuk kepentingan film, lagu ini diaransemen ulang supaya terdengar lebih segar dan juga Iwan dengan mudah melantunkannya. Sebab, ia kebingungan jika diminta melantunkan lagu itu dengan aransemen lama.
"Di sini saya juga mengisi bagian harmonika. Saya penyanyi, saya tahu apa yang harus saya kerjakan. Saya disuruh nyanyi aransemen yang lama malah bingung saya. Umur saya berapa waktu itu?" pungkasnya lalu tertawa. (kpl/dis/dka)

sumber : kapanlagi.com

Halaman facebook Oi Tulungagung

Posted by Unknown on Selasa, 26 Juni 2012 , under | komentar (0)



buat sobat yang mencari halaman Oi Tulungagung jgn bingung. Langsung meluncur ke www.facebook.com/pages/OI-Tulungagung/150003165135486

Fans Oi Tulungagung di Twitter

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



ini nih twitternya Oi-Tulungagung -> http://twitter.com/#!/OiTulungagung

Konser Iwan Fals di Makassar, April 2012

Posted by Unknown on Minggu, 24 Juni 2012 , under , | komentar (0)



Ini ketiga kalinya Iwan Fals datang ke kota Anging Mammiri dalam dua tahun terakhir. Kali ini Iwan Fals dihadirkan oleh SMA Negeri 2 Makassar mengisi acara pentas seni sekolah tersebut sekaligus untuk menebar inspirasi kehidupan. Berikut ini adalah liputan konser tersebut yang ditulis oleh Geza, sahabat iwanfalsmania.com. Tulisannya keren, membacanya serasa hadir dalam konsernya, gan :)



Liputan Konser Iwan Fals "Live Our Inspiration"
CCC Makassar, 21 April 2012
By: Geza
Ini ketiga kalinya Iwan Fals datang ke kota Anging Mammiri dalam dua tahun terakhir. Kali ini Iwan Fals diundang oleh SMA Negeri 2 Makassar untuk menebar inspirasi kehidupan.

Jarum Jam menunjukkan pukul sembilan lewat setengah jam malam itu. Iwan Fals yang ditunggu-tunggu penggemarnya muncul dari balik panggung menebar senyum sambil membenarkan kacamatanya. Gitar akustik melengkapi penampilannya yang sedehana. Ia mengenakan kaos polo cokelat yang dipadu dengan celana jins biru.

"Ini lagu mengingatkan saya ketika masa-masa SMA dulu, untuk kalian yang masih muda-muda...!", teriaknya. "Dia tau... dia rasa... cinta ini milik kita...". Petikan syair dari lagu berjudul Buku Ini Aku Pinjam menjadi tembang pembuka penampilan penyanyi balada Iwan Fals dihadapan ribuan penonton yang memadati gedung Celebes Convention Centre (CCC) Makassar, Sabtu (21/4) malam.

"Rata-rata hafal liriknya, kalian lahir tahun berapa..?", tanya Iwan sambil tersenyum. Iwan membuat penggemarnya yang hadir di acara Pentas Seni SMA 2 Makassar bertajuk "Live Our Inspiration" terus bergoyang.

Penonton yang mayoritas Oi dan Falsmania berbaur dengan penonton yang berusia muda dan mayoritas anak SMA menikmati lagu-lagu Sang Maestro meski sebagian dari lagu itu diciptakan dalam konteks yang berbeda dengan zaman mereka. Toh, ini tak membuat penontonnya seperti kaku menyimaknya.

Emmy Saelan
"Saya kagum pada Makassar dan Sulawesi Selatan. Dari sini banyak lahir pejuang wanita...!", kata Iwan Fals. Konser yang digelar malam itu bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini. "Saya baru tahu siang tadi ternyata di Sulawesi Selatan ada pejuang perempuan bernama Emmy Saelan. Ia tidak kalah sama Kartini. Semoga perempuan-perempuan kita mengikutinya", komentar Iwan berikutnya.

Hanya berselang beberapa menit usai lagu pertama, Iwan menyapa seluruh penggemarnya. "Lagu kedua untuk seluruh siswa yang baru ujian semoga ujiannya lulus, kekasihnya juga dapat...!", kata Iwan bercanda. Tanpa dikomandoi, seluruh penonton ikut bernyanyi pada lagu kedua Iwan Fals yang berjudul ‘Kumenanti Seorang Kekasih’.

Dilagu ketiga, Iwan masih tetap berada dijalur cinta dengan mengusung lagu yang berjudul ‘Mata Indah Bola Pimpong’. Penonton pun kembali bergoyang dan bernyanyi lagi tanpa dikomandoi mengikuti irama lagu. Begitupun ketika lagu keempat ‘Mabuk Cinta’ mengalun, penonton semakin kompak dengan koor dan jingkrak-jingkraknya.

Memasuki lagu kelima ‘Ijinkan Aku Menyayangimu’ tempo sedikit menurun karena lagu ini memang agak sedikit slow seolah Iwan memberi kesempatan kepada penonton untuk rehat sejenak dari goyangannya, tapi koor penonton tetap saja menggema mengikuti irama lagu. Tempo agak sedikit naik ketika intro lagu keenam ‘Yang Terlupakan’ dimainkan oleh Edi Daromi dengan denting pianonya.

Memasuki lagu ketujuh Pesawat Tempur suasana memanas. Totok Tewel gitaris yang setia mendampingi Iwan Fals disetiap penampilannya, mengganti gitarnya dari akustik ke gitar elektrik. Tepukan dan teriakan penonton tak cukup. Sebagian besar penonton berlompat-lompatan untuk menyambut lagu ‘Pesawat Tempur’. Raungan melodi gitar elektrik Totok Tewel serta gebukan drum Raden yang sudah tidak pake baju semakin membuat penonton histeris.

Betotan bass Ferry Lucky diawal lagu kedelapan ‘Bento’ membuat penonton semakin lupa diri. Lagu yang paling ditunggu-tunggu akhirnya melantun juga. Teriakan "Bento, Bento, Bento...!" membuat Iwan makin bergairah. Lagu yang cukup akrab ditelinga seluruh penonton ini tak bisa menahan emosi untuk kembali bernyanyi dan bergoyang.

"Kalau dinegeri ini masih banyak Bento, jangan takut, masih ada Bongkar..!!", teriak Iwan Fals ketika lagu kesembilan ‘Bongkar’ mengalun, dan tetap saja membuat penonton semakin histeris. Karena kedua lagu tersebut (Bento dan Bongkar) sangat terkenal, hingga penonton yang masih SMA dan mungkin belum lahir dijamannya album ‘SWAMI’ (tahun 1989) pun tau lagu ini dan ikut bernyanyi.

Suasana kembali tenang dan rehat dari goyangan ketika memasuki lagu kesepuluh yang berjudul ‘Frustasi’. Oi dan Falsmania tetap ikut bernyanyi sementara yang anak SMA pada bengong. Wajarlah karena lagu ini jadul banget (tahun 1979) dan pasti jarang mereka dengar, nanti mereka ikutan nyanyi dikit ketika memasuki lagu kesebelas ‘Ujung Aspal Pondok Gede’. Gitar akustik kembali Iwan mainkan sambil sesekali meniup harmonika. Iwan Fals berpesan bagi pemuda sebagai generasi penerus agar memikirkan baik-baik soal kebijakan jika kelak menjadi pemimpin.

"Orang Makassar hebat-hebat. Buktinya ada yang bisa berlayar pakai Phinisi sampai ke Madagaskar sana. Mestinya banyak pemimpin yang bisa lahir dari sini. Saya memimpikan Indonesia punya pemimpin seperti dewa. Tak usah seutuhnya. Cukup setengah saja...", tutur Iwan Fals lalu melanjutkan parade tembangnya dengan menyanyikan lagu keduabelas ‘Manusia Setengah Dewa’. "Hidup Mahasiswa...!!, Hidup Mahasiswa...!!", pekik sebagian penonton yang juga mahasiswa ketika Iwan Fals akan memulai menyanyikan lagu itu.

"Lagu ini saya persembahkan buat Ibu saya yang lagi senang-senang di Rumah Sakit..", begitu komentar beliau ketika memasuki lagu ketigabelas ‘Ibu’. (Ibu Iwan Fals, ibu Lies, sejak tanggal 18 April 2012 dirawat di rumah sakit karena penyakit gula). Iwan menyanyikan lagu ini penuh penghayatan, seolah teringat betul sama Ibunya yang sedang terbaring di rumah sakit, penonton pun menyalakan korek pertanda turut merasakan kesedihan yang benar-benar dialami Iwan yang sekarang jauh dari Ibunya yang sedang sakit.

Di lagu keempatbelas ‘Oemar Bakri’ dari Iwan Fals kembali mengajak penonton bergoyang dan bernyanyi dengan irama lagu jenaka ini disertai tingkah Iwan dan personel band yang lucu dan bikin heboh. Ketika memasuki intro tengah, Totok maju kedepan dan memainkan melodi dengan gitar kecil (mirip okulele), sementara Iwan membunyikan lonceng sepeda kumbang yang memang sengaja dipasang di tiang mikrofon. Lalu kemudian Iwan Fals dan Totok Tewel mundur mendekati Edi Daromi yang sibuk berimprofisasi dengan Pianonya. Lucky pun tak mau kalah dia memainkan Bassnya didepan Raden yang menggebuk Drumnya sambil berdiri.

Iwan Fals menawarkan hal berbeda bagi penggemarnya di Makassar pada konser kali ini. Ketika lagu kelimabelas yang berjudul ‘Kemesraan’, lagu ini dia nyanyikan dalam bahasa Makassar. Tak ayal penonton dibuatnya tak kuasa menahan senyum. "Tadi pagi saya coba belajar bahasa Makassar, dan inilah hasilnya....", tutur Iwan. Dengan terpatah-patah Iwan mencoba melafalkan bait Kemesraan versi Makassar. "Kemesraan anne, teako tettere' la' busu'. Atingku Sannang, kalengku sannang ri kalennu..." (Artinya: "Kemesraan ini janganlah cepat berlalu, hatiku damai, jiwaku tentram bersamamu").

"Liriknya udah betul belum..?", tanya Iwan. Hahaha saya ikut ketawa dan tepuk tangan. Aneh aja rasanya liat Iwan Fals nyanyi versi Makassar. Iwan lalu menyambungkan sebagian bait akhir lagunya dengan versi asli berbahasa Indonesia. Penonton memanfaatkan momen itu untuk menyanyi bersama. "Terima kasih Makassar, tetap jaga prinsip siri' na pacce...", katanya berniat mengakhiri penampilannya.

Sedianya lagu ‘Kemesraan’ adalah penutup konser malam itu tapi penonton kompak berteriak "Lagi !! Lagi !! Lagi !!". Iwan pun mengalah dan menambah satu lagi menjadi lagu keenambelas yang berjudul ‘Aku Milikmu’ karya Pongky. Maka mengalunlah lagu itu diiringi koor penonton sampai habis. Dan seperti biasa diakhir konser Iwan Fals dan seluruh personel maju kedepan berjejer menghadap ke penonton sambil memberi salam penghormatan. Ruku' bersamaan tiga kali dan sujud bersamaan satu kali lalu Iwan Fals berdiri dan memekikkan "Oi ! Oi ! Oi ! Terima kasih semuanya dan sampai jumpa lagi.. Mangkasara ! Mangkasara !", pekik beliau sebelum turun panggung. Penonton pun bubar dengan tertib dan damai tanpa ada kerusuhan.

Demikian laporan saya, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, hehe.. Ditulis di Makassar pada tanggal 23 April 2012. Salam Hormat dan Salam Sahabat dari Geza yang selalu merindukan orang seperti kalian. Terima Kasih..Wassalam.

-----------------------------------------------------
Liputan Konser Iwan Fals "Live Our Inspiration" di CCC Makassar, 21 April 2012 ini ditulis oleh Geza. Dipublish pertama kali dalam grup Facebook ‘Kabar Berita Iwan Fals’ dan dipublish ulang oleh iwanfalsmania.com
-----------------------------------------------------

Foto Foto Konser Iwan Fals "Live Our Inspiration"
CCC Makassar, 21 April 2012
by: Geza









Totok Tewel - Gitar
Edi Daromi - Keyboard
Ferry Lucky - Bass
Raiden Soedjono - Drum

-----------------------------------------------------

Pentas seni SMA Negeri 2 Makassar

Iwan Fals
"Live Our Inspiration"
Celebes Convention Centre (CCC)
Makassar
Sabtu, 21 April 2012

Song List:
1. Buku Ini Aku Pinjam
2. Kumenanti Seorang Kekasih
3. Mata Indah Bola Ping Pong
4. Mabuk Cinta
5. Ijinkan Aku Menyayangimu
6. Yang Terlupakan
7. Pesawat Tempur
8. Bento
9. Bongkar
10. Frustasi
11. Ujung Aspal Pondok Gede
12. Manusia Setengah. Dewa
13. Ibu
14. Oemar Bakri
15. Kemesraan (Versi Bugis Makassar)
16. Aku Milikmu

-----------------------------------------------------
Iwan Fals - vocal, accoustic guitar, harmonica
Totok Tewel - lead guitar
Edi Daromi - keyboard
Ferry Lucky - bass
                                                                Raiden Soedjono - drum

sumber

Album Iwan Fals Keseimbangan

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



Saya tidak bisa banyak berkata-kata setelah mendengar lagu-lagu dalam CD album terbaru Iwan Fals Keseimbangan yang launching pada 20 Februari 2010 di rumahnya desa Leuwinanggung Depok. Beberapa kali memutar dua belas lagu yang ada saya cukup berkomentar bahwa album ini kaya dengan musik. Tentu saja tetap diimbangi dengan materi lagu yang berkualitas dengan lirik-lirik yang sebagian kritis, namun lebih didominasi dengan lagu-lagu yang memberi pesan untuk kelestarian alam.


Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu 'lama' dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.

Pada paragraf awal saya katakan album ini kaya dengan musik, mungkin karena ada Totok Tewel sebagai lead guitar yang membuat musiknya terasa berbingkai rock?. Namun tentu saja semua pemain band berperan besar dalam hidupnya lagu-lagu dalam album ini yaitu mas Heirrie (bass - yang juga melakukan mixing), mas Edi (keyboard) serta mas Deni (drum). Tapi aah.. saya bukan pengamat musik, hanya penikmat biasa saja yang cuma bisa mengatakan sebuah lagu enak atau tidak berdasar selera pribadi dan kadar sensitif gendang telinga saya.

Yaaaah, daripada berpanjang lebar.. ngomong ini dan itu yang kalau ndak sengaja salah ketik bisa-bisa menyinggung perasaan beberapa orang (hehehe)... lebih baik dengarkan sendiri lagu-lagu di album Keseimbangan ini, dan sampaikan atau simpan komentarmu.

Perhatian: dibawah ini rekomendasi saya PRIBADI lho ya, bukan titipan atau atas nama Iwan Fals, Tiga Rambu, manajemen atau tukang parkir di pasar hehe, lha wong saya ndak ada sangkut pautnya dengan mereka. Saya cuma penggemar biasa boss.. penggemar yang menikmati musik berkualitas dan lirik lagu yang inspiratif.. hehe..

Rekomendasi saya pribadi tentang album ini... Silahkan dibeli, lumayan bagus dan ndak begitu mengecewakan (itupun kalau punya uang, kalau belum ada uangnya, jangan nyolong.. dosa! mending pinjem kaset/cd punya temen). Album ini recomended untuk didengarkan dirumah, dimobil atau bahkan di warung-warung. Juga sangat recomended dimiliki untuk langsung disimpan tanpa dibuka plastik segelnya sebagai koleksi. Mengapa? karena desain cover album ini keren. Konsep cover yang belum pernah ada pada album-album Iwan Fals sebelumnya.

Tapi untuk sekarang album ini tidak dijual di toko kaset/cd. Album ini cuma bisa dibeli di kantor PT.Tiga Rambu yaitu di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), atau beli secara online melalui situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id). Kenapa begitu? Karena Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk distribusi album terbarunya. Iwan Fals mempunyai label sendiri yaitu Fals Record.

Musik bagus.. asik.. ajiiib, lirik oke, cover keren..... Benar-benar seimbang.... (meski kata beberapa kawan harganya ndak seimbang dengan kantong mereka :P)

Ini dia list lagu dalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN

1. Suhu (lirik Subur Raharja)
2. Ya Allah Kami
3. Hutanku (lirik MS Kaban)
4. Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma'mun)
5. Tanam Siram Tanam
6. Ayolah Mulai
7. Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)
8. ^O^
9. Sepak Bola
10. Kuda Coklatku
11. Jendral Tua
12. Malahayati (Lirik Endang Murdopo)

Sebagian besar lirik lagunya sudah pernah saya post di blog ini jauh sebelum album Keseimbangan rilis.

Tambahan: Mohon maaf saya tidak post liputan konser Launching Album Keseimbangan yang diselenggarakan pada 20 Februari 2010 mulai jam 19.30 WIB, meskipun saya bisa hadir disana. Toh di TV juga disiarkan meski tidak utuh :)

Sahabat semuanya, terima kasih sudah rutin mengunjungi blog ini dan mengapresiasinya. Terima kasih untuk mas Iwan, mbak Yos, mbak Titin, Cikal, mbak Kresnowati, Silla, Ferry, mas Manto, Firman dan keluarga besar Tiga Rambu lainnya. Serta tidak lupa spesial buat pemain band mas Heirrie Buchaeri, mas Edi Daromi, mas Deny Kurniawan, mas Toto Tewel... wis ah, pokoknya semuanya. Saya mau istirahat dulu, capek.. hehehe... Oke kawan-kawan, sampai ketemu lagi di post berikutnya yang entah kapan.. itupun kalau ndak males.. :P (SB)



sumber:http://www.iwanfalsmania.com

Lagu Iwan Fals menjadi pilihan untuk aksi demo

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



lagu iwan fals demoLagu Iwan fals yang sarat dengan kritik dan pesan sosial memang banyak disukai masyarakat. Lagu Iwan Fals sesuai dengan ungkapan hati mereka untuk pemerintah. Ketika kesulitan ekonomi yang mereka rasakan semakin menghimpit dan pemerintah seakan menutup mata untuk itu, mereka melakukan demonstrasi. Lirik Iwan Fals dengan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat yang lebih sering terlupakan oleh pemerintah seperti: jeritan anak yang kelaparan, anak-anak jalanan yang terlantar, nasib orang-orang yang sulit mendapatkan pengobatan, nasib pekerja rendahan dan seorang guru yang tidak mendapatkan perhatian selayaknya.

Aksi demo yang digelar karena harga-harga sembako yang mahal. Tunjangan pekerja yang tidak dikeluarkan setelah PHK. Sungguh kompleks memang permasalahan masyarakat kita, namun semuanya ada dalam lirik lagu Iwan Fals. Ketika masyarakat telah jenuh dengan kebohongan-kebohongan pemerintah, mimpi-mimpi yang diberikan tidak seindah yang dijanjikan. Lagu Iwan Fals yang paling sering dinyanyikan adalah Bongkar dan Wakil Rakyat. Lirik lagu ini sesuai dengan masa pemerintahan dari masa ke masa. Indonesia tidak dapat lepas dari praktek KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme), jadi tidak perlu heran dengan aksi demo yang meminta para pejabat untuk membuktikan kata-kata yang mereka ucapkan sendiri ketika ajang pemilihan. Seperti lagu Iwan Fals yang berjudul Buktikan dalam album Manusia Setengah Dewa yang digarap pada tahun 2004. Liriknya berbunyi: Buktikan buktikan! Kalau hanya omong burung beo pun bisa. Lirik ini merupakan permintaan tanggungjawab atas janji yang mereka ucapkan saat pemilu namun hasilnya setelah terpilih nihil.
Iwan Fals adalah orang yang selalu melihat, mendengar dan merasakan kemudian beliau mengkritik dan berbicara secara lugas dalam sebuah lagu. Iwan Fals memiliki penggemar yang berasal dari berbagai kalangan, mereka mulai mengenal karakter Iwan Fals melalui lagu-lagu yang diciptakannya dan mereka mengagumi karya-karyanya. Lagu-lagu Iwan Fals sering dinyanyikan saat demonstrasi karena lagu Iwan Fals dapat mengekspresikan keinginan mereka, ungkapan kekesalan mereka dan memberikan pencerahan kepada pejabat tentang kesengsaraan rakyat Indonesia.

From Zero to Hero

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



iwan fals the heroDunia musik selalu melahirkan legenda-legenda yang mempunya cerita menarik. Masing-masing jenis musik selalu menghasilkan beragam pesona dari persona-persona luar biasa. Sang legenda selalu memiliki pesona yang selalu membuat pecintanya makin jatuh cinta. Dari beragam jenis musik di Indonesia, dari ribuan artis indonesia, dari angkatan lama hingga terbaru, nama Iwan Fals adalah legenda.
Berangkat dari musik jalanan, iwan fals sukses menyuarakan hatinya sendiri lewat lagu. Lagu-lagunya selalu berisikan pesan kemanusiaan, kemarahan atas ketidak adilan dan pemberontakan terhadap kesewenang-wenangan. Iwan fals bagaikan oase atas keringnya telaga kasih sayang dan kepedulian terhadap orang-orang yang dianggap marjinal. Untuk pecinta musik Indonesia, nama iwan fals tak akan pernah lekang.
Iwan fals terlahir dengan nama Virgiawan Listanto. Nama Iwan fals sendiri didapat ketika Iwan masih berjuang menghadapi kerasnya kehidupan jalanan. Roda nasib berjalan serta membawa sang legenda pada dunia hiburan. Saat itu, dunia hiburan tanah air belumlah sekomersial saat ini ketika sang legenda masih bisa leluasa menuangkan idealismenya dalam pita kaset rekaman. Tak pelak lagi, lagu-lagunya adalah cerminan kegelisahannya, serta boleh jadi adalah cerminan kegelisahan banyak orang.
Diantara jajaran penyanyi indonesia, Iwan berhasil menduduki posisi tertinggi di kalangan rakyat kebanyakan. Kalangan ini adalah kalangan yang tak pernah merasakan gemerlapnya panggung-panggung hiburan. Buat mereka, lagu-lagu Iwan adalah pelipur lara sekaligus harapan bahwa masih ada orang peduli di luar sana. Iwan bak tak pernah lelah menyuarakan kegelisahan banyak orang, terutama orang-orang yang tertindah meskipun lirik lagunya cukup berpotensi menggiringnya dalam masalah.
Ditengah iklim politik yang sangat ketat, iwan fals adalah satu dari sedikit penyanyi indonesia yang berani bertutur tentang sakitnya rakyat kecil dihajar oleh ketidak adilan yang tampak terjadi dimana-mana. Ancaman dari antek antek orang-orang yang merasa tersentil dan tersinggung tak membuat sang legenda beringsut. Iwan Fals tetap bergeming hingga kini. Kepeduliaannya pada rakyat kecil telah membuatnya berubah, dari orang tak tahu siapa dia, menjadi pujaan jutaan orang.  
Iwan Fals benar-benar from zero to hero.

Download Iwan Fals - Pesawat Tempurku

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



Download file

Lirik lagu Iwan Fals Pesawat Tempurku

Intro: A F#m E D C#m Bm A
A
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
F#m E A
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
A
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
F#m E A
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
A
Hei kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
F#m E A
Sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar
A
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
F#m E D A
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
F#m E F#m B
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
F#m E
Jangan bilang tidak bilang saja iya
D B E
Iya lebih baik dari pada kau menangis
Reff: A
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
D A
Beri hamba uang beri hamba uang
A
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
D A
Beri hamba uang beri hamba uang
D A
Beri hamba uang beri hamba uang
Int: A F#m E A
A F#m E F#m G D A
A
Oh ya andaikata dunia tak punya tentara
F#m E A
Tentu tak ada perang yang banyak makan biaya
A
Oh ya andaikata dana perang buat diriku
F#m E A
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
F#m E
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
F#m B
Westerling pun tersenyum
F#m E
Oh singgahlah sayang pesawat tempurku
D B E
Mendarat mulus didalam sanubariku
Kembali ke: Reff

Konser di PRJ dicoreti kerusuhan

Posted by Unknown on , under , , | komentar (0)



 Iwan Fals bernyanyi, fans di luar PRJ kembali panas
Ratusan fans Iwan Fals dilarang polisi masuk ke arena Pekan Raya Jakarta. Mereka yang semula sudah duduk tenang, kembali mencoba membuat kericuhan dan memaksa ingin masuk.

Hal ini terjadi saat konser Iwan Fals dimulai sekitar pukul 21.00 WIB di PRJ. Mendengar tokoh pujaannya mulai menyanyi, ratusan orang ini pun berteriak-teriak minta masuk. Namun penjagaan ketat petugas sekuriti yang dibantu polisi berhasil mencegah mereka masuk.

Mendapati hal itu mereka terpaksa hanya bernyanyi mengikuti Iwan Fals. Suara musik memang terdengar sampai di Gerbang I tempat para fans Iwan Fals tertahan.

"Penguasa-penguasa.. Berilah hambamu uang!" teriak mereka mengikuti suara Bang Iwan.

Tutup Cepat

Sementara itu, Hall E PRJ yang berisi stand-stand elektronik memilih tutup cepat. Sebelum pukul 22.00 WIB, beberapa stand sudah memilih tutup. Tak hanya itu, mereka juga mencoba menghalangi stand mereka dengan rantai, meja bahkan hydran.

"Pada takut, daripada rusuh atau ada apa-apa," ujar seorang petugas PRJ.

Jalan antara Hall E dan pintu gerbang I pun ditutup. pengunjung yang keluar dari Hall E tidak bisa keluar melalui Gerbang I dan G. Mereka terpaksa memutar karena pintu gerbang itu dipadati banyak pendukung Iwan Fals.

sumber


Foto saat konser di PRJ
http://us.images.detik.com/content/2012/06/18/1371/iwan-9.jpg

Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ

 Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ


Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ

Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ




Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ


sumber foto : http://foto.detik.com

Makna dan Arti dari lambang "Oi"

Posted by Unknown on , under | komentar (0)




Lambang (logo) organisasi Oi berupa gambar siluet berbentuk menyerupai huruf " i " (kecil) tegak melebar berwarna hitam dengan titik berwarna merah darah di atasnya menyatu dengan huruf " O " berwarna putih dalam posisi miring ke kanan.

Makna lambang Oi:
  1. Bentuk huruf " O " berwarna putih miring ke kanan menyatu dengan bentuk menyerupai huruf " i " (kecil) tegak berwarna hitam melambangkan kesucian yang dilandasi keteguhan dan ketegasan sikap.
  2. "Titik" bulat di atas huruf " i " (kecil) berwarna merah darah melambangkan semangat yang membara untuk bersatu.
Makna lambang Oi Tulungagung :
  Hampir dengan lambang yang asli namun, pada lambang Oi Tulungagung ini sedikit berbeda
  • Efek hitam = Karena Indonesia terdiri dari bebagai suku dan warna kulit jadi, warna hitam di dalam huruf O melambangkan persatuan bebagai suku,budaya,warna kulit, dan lain lain

sumber

Iwan Fals Dukung Karate Indonesia

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



HeadlineINILAH.COM, Jakarta - Penyanyi legendaris Iwan Fals terlihat di tengah-tengah tribun pendukung kontingen Indonesia, yang beraksi di Kejuaraan Dunia Karate WKF Premier League, Sabtu (23/6/12).
Kehadiran Iwan menandakan kepedulian terhadap prestasi olahraga karate Indonesia masih mengalir dari berbagai kalangan.
"Saya nonton saja. Sekaligus mau lihat perkembangan karate kita (Indonesia). Hampir semua rata, terutama Malaysia, Iran dan Australia," tutur Iwan.
Penyanyi yang mengaku suka dengan olahraga ini juga mengutarakan harapannya usai turnamen ini berlangsung.
"Semoga dengan ini prestasi Indonesia semakin baik," kata Iwan berharap.
Iwan hadir bersama istri dan anaknya. Belum sempat putaran final digelar, Iwan yang datang dengan jaket dengan penutup kepala itu pulang di saat Indonesia belum memastikan satupun wakilnya menuju final.

sumber

Tertarik Budaya Batak, Iwan Fals Ciptakan Lagu 'Mursala'

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



http://images.detik.com/content/2012/06/24/228/iwandlm.jpgIwan Fals (detikHOT) Jakarta - Film layar lebar berjudul 'Mursala' produksi Raj's Production akan dirilis Desember tahun ini. Penyanyi legendaris Iwan Fals pun menciptakan lagu khusus untuk mengisi sountrack-nya.

Menurut sang eksekutif produser Anna Sinaga, Iwan Fals sangat antusias menggarap lagu tersebut. Iwan tertarik karena film itu mengangkat budaya Batak dan keindahan panorama daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

"Waktu saya berikan script 'Mursala' ke mas Iwan Fals, beliau tertarik untuk membuatkan soundtrack-nya. Makanya dia ciptakan lagu yang judulnya sama dengan filmnya," ungkapnya saat dihubungi detikHOT via telepon, Minggu (24/6/2012).

Kata Anna, lagu 'Mursala' digarap Iwan bersama arranger musik Iwang Noorsaid. Lagu tersebut telah selesai digarap dan sedang dalam proses penyempurnaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Lagu 'Mursala' sudah jadi, tapi mau di-mix sedikit di KL (Kuala Lumpur), sekalian menunggu video klip dan jumpa press. Rencananya Juli nanti, setelah proses mix dan video klip selesai," jelasnya.

Film yang disutradarai Viva Westi itu dibintangi sejumlah aktris dan aktor ternama. Di antaranya Rio Dewanto, Titi Sjuman, Mongol, Tio pakusadewo, Rudy Salam, Roy Ricardo, Elsa Syarief, Bonaran Situmeang, dan juga Anna Sinaga.

"Film ini mengangkat budaya Batak tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh nikah sampai sekarang. Dan ketika mas Iwan Fals menciptakan lagu 'Mursala', buat saya lagu itu sempurna banget," tandasnya.

Sumber

Biografi Iwan Fals

Posted by Unknown on Sabtu, 23 Juni 2012 , under | komentar (0)



Biografi Iwan Fals

Biografi Iwan Fals
Aku lahir tanggal 3 September 1961. Kata ibuku, ketika aku berumur bulanan, setiap kali mendengar suara adzan maghrib aku selalu menangis. Aku nggak tau kenapa sampai sekarang pun aku masih gambang menangis. Biar begini-begini, aku orangnya lembut dan gampang tersentuh. Sebagai contoh, menyaksikan berita di televisi yang memberitakan ada orang sukses lalu medapatkan penghargaan atas prestasinya, aku pun bisa menangis. Melihat seorang ibu yang menunjukkan cinta kasihnya pada anaknya, juga bisa membuat aku tersentuh dan lalu menangis.
Bicara perjalanan karir musikku, dimulai ketika aku aktif ngamen di Bandung. Aku mulai ngamen ketika berumur 13 tahun. Waktu itu aku masih SMP. Aku belajar main gitar dari teman-teman nongkrongku. Kalau mereka main gitar aku suka memperhatikan. Tapi mau nanya malu. Suatu hari aku nekat memainkan gitar itu. Tapi malah senarnya putus. Aku dimarahi.
Sejak saat itu, gitar seperti terekam kuat dalam ingatanku. Kejadian itu begitu membekas dalam ingatanku.
Dulu aku pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan. Kebetulan di sana ada saudara orang tuaku yang nggak punya anak. Karena tinggal di negeri orang, aku merasakan sangat membutuhkan hiburan. Hiburan satu-satunya bagiku adalah gitar yang kubawa dari Indonesia. Saat itu ada dua lagu yang selalu aku mainkan, yaitu Sepasang Mata Bola dan Waiya.
Waktu pulang dari Jeddah pas musim Haji. Kalau di pesawat orang-orang pada bawa air zam-zam, aku cuma menenteng gitar kesayanganku. Dalam perjalanan dalam pesawat dari Jeddah ke Indonesia, pengetahuan gitarku bertambah. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiriku dan meminjam gitarku. Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Soalnya suara gitarku fals. "Kok kayak gini steman-nya?" tanyanya. Waktu itu, meski sudah bisa sedikit-sedikit aku memang belum bisa nyetem gitar. Setelah membetulkan gitarku, pramugari itu lalu mengajariku memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan.
Waktu sekolah di SMP 5 Bandung aku juga punya pengalaman menarik dengan gitar. Suatu ketika, seorang guruku menanyakan apakah ada yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi karena ada anak perempuan yang jago memainkan gitar, aku menawarkan diri. "Gengsi dong," pikirku waktu itu. Maka jadilah aku pemain gitar di vokal grup sekolahku.
Kegandrunganku pada gitar terus berlanjut. Saat itu teman-teman mainku juga suka memainkan gitar. Biasanya mereka memainkan lagu-lagu Rolling Stones. Melihat teman-temanku jago main gitar, aku jadi iri sendiri. Aku ingin main gitar seperti mereka. Daripada nggak diterima di pergaulan, sementara aku nggak bisa memainkan lagu-lagu Rolling Stones, aku nekat memainkan laguku sendiri. Biar jelek-jelek, yang penting lagu ciptaanku sendiri, pikirku.
Untuk menarik perhatian teman-temanku, aku membuat lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang. Mulailah teman-temanku pada ketawa mendengarkan laguku.
Setelah merasa bisa bikin lagu, apalagi bisa bikin orang tertawa, timbul keinginan untuk mencari pendengar lebih banyak. Kalau ada hajatan, kawinan, atau sunatan, aku datang untuk menyanyi. Dulu manajernya Engkos, yang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia selalu tahu kalau ada orang yang punya hajatan.
Di SMP aku sudah merasakan betapa pengaruh musik begitu kuat. Mungkin karena aku nggak punya uang, nggak dikasih kendaraan dari orang tua untuk jalan-jalan, akhirnya perhatianku lebih banyak tercurah pada gitar. Sekolahku mulai nggak benar. Sering bolos, lalu pindah sekolah.
Aku merasakan gitar bisa menjawab kesepianku. Apalagi ketika sudah merasa bisa bikin lagu, dapat duit dari ngamen, mulailah aku sombong. Tetapi sesungguhnya semuanya itu kulakukan untuk mencari teman, agar diterima dalam pergaulan.
Suatu ketika ada orang datang ke Bandung dari Jakarta. Waktu itu aku baru sadar kalau ternyata lagu yang kuciptakan sudah terkenal di Jakarta. Maksudku sudah banyak anak muda yang memainkan laguku itu. Malah katanya ada yang mengakui lagu ciptaanku.
Sebelum orang Jakarta yang punya kenalan produser itu datang ke Bandung, aku sebetulnya sudah pernah rekaman di Radio 8 EH. Aku bikin lagu lalu diputar di radio itu. Tapi radio itu kemudian dibredel.
Setelah kedatangan orang Jakarta itu, atas anjuran teman-temanku, aku pergi ke Jakarta. Waktu itu aku masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Sebelum ke Jakarta aku menjual sepeda motorku untuk membuat master. Aku tidak sendirian. Aku bersama teman-teman dari Bandung: Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul.
Kami lalu rekaman. Ternyata kasetnya tidak laku. Ya, sudah, aku ngamen lagi, kadang-kadang ikut festival. Setelah dapat juara di festival musik country , aku ikut festival lagu humor. Kebetulan dapat nomor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu humorku lalu direkam, diproduseri Handoko. Nama perusahaannya ABC Records. Aku rekaman ramai-ramai, sama Pepeng (kini pembawa acara kuis Jari-jari, jadi MC, dll), Krisna, dan Nana Krip. Tapi rekaman ini pun tak begitu sukses. Tetap minoritas. Hanya dikonsumsi kalangan tertentu saja, seperti anak-anak muda.
Akhirnya aku rekaman di Musica Studio. Sebelum ke Musica, aku sudah rekaman sekitar 4 sampai 5 album. Setelah rekaman di Musica itu, musikku mulai digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani Willy Soemantri.
(diambil dari iwanfals.co.id)
IWAN FALS
Nama asli: Virgiawan Listanto
Nama populer: Iwan Fals
Nama panggilan: Tanto
Tempat tgl. lahir: Jakarta, 3 September 1961
Alamat sekarang: Jl. Desa Leuwinanggung No. 19 Cimanggis,
Bogor Jawa Barat - Indonesia
Pendidikan:
SMP 5 Bandung,
SMAK BPK Bandung,
STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP),
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Orang tua: Lies (ibu), alm. Sutopo (ayah)
Isteri: Rosanna (Mbak Yos)
Anak:
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Anissa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani
Hobi: sepakbola, karate

Pertama

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



Ini merupakan blog pecinta Iwan Fals dari Tulungagung