Oi-Tulungagung

Iwan Fals - Kereta Tiba Pukul Berapa

Posted by Unknown on Sabtu, 05 Januari 2013 , under | komentar (0)



Kisah seorang Iwan Fals yang menunggu kekasihnya

Iwan fals - Sumbang

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



Salah satu dari sekian lagu Virginiawan Listanto /Iwan Fals yang bertema perjuangan melawan koruptor. Sama seperti lagunya di era 80-an, lirik menyentilnya ditujukan kepada pemerintah yang korup,pengecut,dan penjilat. "Maling teriak maling sembunyi balik dinding pengecut, lari terkencing-kencing". Di jaman Soeharto sendiri korupsi sudah menjadi teman bajingan dan karena hal itulah yang membuat sang Pahlawan lirik membuat lagu ini.


*Lirik
Sumbang
Iwan Fals ( Album Sumbang 1983 )

Kuatnya belenggu besi
Mengikat kedua kaki
Tajamnya ujung belati
Menghujam di ulu hati
Sanggupkah tak akan lari
Walau akhirnya pasti mati

Di kepala tanpa baja
Di tangan tanpa senjata
Ah itu soal biasa
Yang singgah didepan mata kita

Lusuhnya kain bendera dihalaman rumah kita
Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
Banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan
Menyerang dalam gelap

Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu

Setan setan politik
Kan datang mencekik
Walau dimasa paceklik
Tetap mencekik

Apakah selamanya politik itu kejam ?
Apakah selamanya dia datang tuk menghantam ?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan
Menjilat, menghasut, menindas, memperkosa hak hak sewajarnya

Maling teriak maling
Sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing kencing

Tikam dari belakang
Lawan lengah diterjang
Lalu sibuk (kasak kusuk) mencari kambing hitam

Selusin kepala tak berdosa
Berteriak hingga serak didalam negeri yang congkak
Lalu senang dalang tertawa
Ya ha ha

Iwan Fals - Nak

Posted by Unknown on , under | komentar (0)





Sebuah lagu yang berisikan nasehat seorang bapak kepada anaknya yang kelak menempuh hidup penuh dengan rintangan. Lirik lagu ini juga menyebutkan masa anak akan sendiri berjuang diri tanpa bantuan kedua orang tuanya.
 

Jauh Jalan Yang Harus Kau Tempuh
Mungkin Samar Bahkan Mungkin Gelap
Tajam Kerikil Setiap Saat Menunggu
Engkau Lewat Dengan Kaki Tak Bersepatu

Duduk Sini Nak Dekat Pada Bapak
Jangan Kau Ganggu Ibumu
Turunlah Lekas Dari Pangkuannya
Engkau Lelaki Kelak Sendiri

Jauh Jalan Yang Harus
Kau Tempuh
Mungkin Samar Bahkan
Mungkin Gelap

Duduk Sini Nak Dekat Pada Bapak
Jangan Kau Ganggu Ibumu
Turunlah Lekas Dari Pangkuannya
Engkau Lelaki Kelak Sendiri

Iwan Fals Lagu Generasi Frustasi

Posted by Unknown on Jumat, 04 Januari 2013 , under | komentar (0)





Sedang frustasi????

Mata indah bola pimpong

Posted by Unknown on Rabu, 02 Januari 2013 , under | komentar (0)



Ya... kembali lagi kita simak sebuah video yang menurut saya pribadi, lagu ini sangat menyentuh. Dari liriknya enak direngar berkat denting piano. Kisah para jomblo'ers sedang dirundung ngebet pacaran hahaha. yuk kita lihat. Sang jomblo, sedang menggoda janda *eh







Semoga bermanfaat

Iwan Fals Bela Slank di Festival Soundrenaline 2012

Posted by Unknown on Selasa, 01 Januari 2013 , under , | komentar (0)



Serpong - Iwan Fals, penyanyi dan pencipta lagu legendaris di sela-sela penampilannya di festival Soundrenaline 2012 yang digelar semalam di Serpong, Tangerang secara terbuka menyatakan keheranannya atas pencekalan yang menimpa Slank di ajang tersebut.

Di hadapan puluhan ribu “umat” OI (Orang Indonesia) yang menyaksikan jalannya konser ia menyatakan pembelaannya kepada band rock and roll dengan jutaan penggemar di seluruh Indonesia tersebut.

“Di tengah-tengah suasana gembira seperti ini, pesta musik, ada teman kita yang nggak bisa main hari ini, Slank. Saya nonton televisi ada beritanya, mereka dilarang main. 2012 masih nggak boleh main? Aneh! Pasti yang nggak bolehin mereka main itu Bento,” ujarnya lantang yang segera direspon cemoohan massal dari massa penonton.

Bento sendiri dalam dialek Jawa Timur itu kerap disamakan artinya dengan bodoh.

Tak hanya sampai di situ, Iwan Fals bahkan mendedikasikan salah satu hit protes terbesarnya sepanjang masa, “Bento,” khusus bagi pihak-pihak yang melarang Slank tampil di festival musik hidup nasional tahunan terbesar di Indonesia yang digelar di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai tersebut.

“Sabar Ridho, Kaka, Abdee dan semua teman-teman Slank, mudah-mudahan ada kesempatan lain, anggap saja yang ngasih izin lagi khilaf,” imbuh Fals lagi.

Hanya sepekan sebelum digelarnya Soundrenaline 2012, pihak manajemen Slank menerima pemberitahuan dari pihak penyelenggara bahwa kepolisian wilayah Tangerang memberikan izin bagi digelarnya Soundrenaline di Serpong namun dengan syarat tanpa kehadiran Slank. Sayangnya, pencekalan kepolisian terhadap Slank ini ternyata tidak disertai alasan yang jelas.

“Mereka harus bertanggung jawab terhadap Slankers (sebutan bagi penggemar Slank) yang mengira kami akan main. Pihak kepolisian juga harus bisa menjelaskan kenapa Slank nggak boleh tampil, sementara band lainnya boleh. Perbedaannya apa?” sesal gitaris Abdee Negara saat dihubungi Rolling Stone via telepon beberapa waktu lalu.

Sementara itu kembalinya Iwan Fals di ajang Soundrenaline setelah absen selama beberapa tahun terbukti menjadi salah satu highlight dari festival tersebut.

Sebelum memulai konsernya semalam, Iwan Fals sempat memimpin doa ribuan massa Soundrenaline yang ditujukan bagi para korban bentrok antara warga di Lampung Selatan yang terjadi belum lama ini.

Sejurus kemudian dengan hanya berbekal gitar dan harmonika ia membuka sakralnya konser dengan nomor “Belum Ada Judul” dan berlanjut dengan iringan band di lagu-lagu klasik seperti “Bongkar,” “Bento,” “Pesawat Tempur,” “Yang Terlupakan” hingga “Manusia Setengah Dewa.”

Ia sempat pula bercerita tentang protes Raya, anaknya yang berusia sembilan tahun yang dilarang untuk menyaksikan konser ayahnya di Soundrenaline 2012 karena acara tersebut disponsori oleh perusahaan rokok, A Mild.

“Salut saya untuk panitia yang sangat tegas menetapkan larangan datang ke konser bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun,” ujarnya lagi.

Selain penampilan Iwan Fals, festival Soundrenaline 2012 yang menurut penyelenggara dihadiri lebih dari 54 ribu penonton menampilkan pula 34 artis lainnya di tiga panggung berbeda yaitu NOAH, Netral, Jamrud, GIGI, Deadsquad, Andra and the Backbone, Seringai, Naif, /rif, Kotak, Burgerkill, Superman Is Dead, Komunal, The S.I.G.I.T. dan sebagainya.

Terlepas dari kemeriahan dan kemegahan festival yang tahun ini genap berusia satu dekade tersebut, saat jeda Isya, menurut Metro TV, sempat terjadi insiden pembakaran loket penjualan tiket dari sekelompok massa yang mencoba untuk merangsek masuk ke dalam venue. Untungnya, kericuhan ini segera saja ditangani oleh pihak kepolisian dan tidak merembet hingga ke dalam.

Insiden lainnya terjadi saat band yang terakhir tampil di Community Stage, Seringai, di tengah lagu terakhir “Mengadili Persepsi” mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dicabut listriknya hingga akhirnya konser terpaksa terhenti. Hal ini sempat menyulut protes dari ribuan penggemar mereka dan bahkan para personel Seringai sendiri di belakang panggung.

Walau protes keras dilemparkan namun sama sekali tidak terjadi kerusuhan dari para penonton Seringai, semua pulang dalam damai walau penampilan band idola mereka menjadi anti-klimaks.


Sumber:http://rollingstone.co.id

Diidolakan Munir, Ini Komentar Iwan Fals

Posted by Unknown on , under , | komentar (0)



TEMPO.CO, Jakarta - "Satu Hilang Seribu Terbilang. Patah Tumbuh Hilang Berganti." Itulah kalimat yang diucapkan musisi Iwan Fals begitu mengingat Munir. Sang aktivis HAM kebanggaan Indonesia ini meregang nyawa, dibunuh di atas pesawat Garuda oleh seorang pilot bernama Pollycarpus, dalam perjalanannya ke Belanda untuk melanjutkan studi S2 pada 7 September 2004 lalu.

Dua kalimat ini juga ada dalam lirik lagunya yang berjudul "Pulanglah". Lagu khusus yang dibuat Iwan setelah mendengar siaran radio yang mengabarkan Munir meninggal, September  delapan tahun lalu.

Menurut Iwan, semangat perjuangan yang dipancarkan aktivis pembela kaum buruh ini menyebar ke seluruh negeri. Semangat itu juga mempengaruhi Iwan. Ia tak bisa membayangkan jika bisa berinteraksi langsung dengan Munir saat dia masih hidup.

"Mendengar nama Munir saja cukup jadi semangat saya. Padahal, saya ini hanya kena energinya, kena kabar-kabarnya," kata Iwan Fals seperti dikutip dari film dokumenter berjudul "Kiri Hijau Kanan Merah" produksi Watchdoc dan KASUM yang disutradarai jurnalis muda Dandhy Dwi  Laksono.

Jika dua tokoh ini bertemu, mungkin keduanya bisa saling memuji. Soalnya, Munir juga dikenal  mengidolakan Iwan Fals. Ini terbukti dari koleksi kaset lagu-lagu Iwan Fals yang lengkap dimiliki Munir. Sampai saat Munir meninggal, Iwan tak tahu itu. "Hah? Itu penghargaan buat saya," ujar penyanyi yang dulu kerap mengkritik pemerintah ini.

sumber :http://www.tempo.co