Iwan Fals and slank
Iwan Fals: Konser Iwan Fals dan Slank di Monumen Mandala Makassar dalam penggalangan dana untuk bantuan bencana Tsunami di Aceh Iwan menyanyikan beberapa lagu dengan gitar kayunya. Konser berjalan dengan hujan deras yang mengguyur para Oi (orang Indonesia),FalsMania, dan Slanker yang berjalan dengan damai. tahun 2009
*sumber:http://bpwoi-sulsel.blogspot.com
Lagu Iwan Fals - Belum Ada Judul
Sebual lagu yang bombastis di era 90-an karya Iwan Fals yaitu Belum Ada Judul. Secara kasat mata memang cukup membingungkan bagi orang awam. Masak lagu kok belum ada judulnya? ya... begitulah sosok karismatik dari Bang Iwan sendiri. Langsung saja disimak lagu yang satu ini
Lirik
C Am
Pernah kita sama sama susah
F G
Terperangkap didingin malam
C Am
Terjerumus dalam lubang jalanan
F G
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Am F G
Terjerat mimpi yang indah lelap
C Am
Pernah kita sama-sama rasakan
F G
Panasnya mentari hanguskan hati
C Am
Sampai saat kita nyaris tak percaya
F G
Bahwa roda nasib memang berputar
Am F G
Sahabat masing ingatkah kau
Reff:
Am Em
Sementara hari terus berganti
Am Em G
Engkau pergi dengan dendam membara di hati
C Am
Cukup lama aku jalan sendiri
F G
Tanpa teman yang sanggup mengerti
C Am
Hingga saat kita jumpa hari ini
F G
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Am F G
Kau tampar bangkitkan aku sobat
download lagunya via 4shared
Lirik lagu Iwan Fals untuk Jokowi
Jokowi datang dari sebuah kota
Jerit ketakutan
Keras melebihi gemuruh gelombang
Yang datang
Sejuta orang-orang mengawasi cemas
Risau rakyat membawa kabar
Jakarta terbakar
Risau rakyat memberi salam
Jokowi selamat datang
Asap kebingungan
Dan bau kemunafikan
Terus menggelepar dalam ingatan
Hatiku rasa
Bukan takdir dukun
Karena aku yakin itu tak mungkin
Korbankan semua rasa
Mereka yang belum tentu biasa
Korbankan gundah gulana
Demi memilih Gubernur Jakarta
Korbankan semua rasa
Mereka yang belum tentu biasa
Tinggalkan semua curiga
Demi memilih Gubernur Jakarta
Bukan bukan itu
Aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi
Karena salah kita sendiri
Datangnya seorang pemimpin
Yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Sebagai calon pahlawan
Celoteh rakyat hingar
Bermacam alasan
Tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat
Jokowi dan Ahok membenahi Jakarta
Jokowi Walikota dari Solo
Jokowi dicalonkan oleh partai
Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta
Jokowi menghindari jalur culas
Jokowi rakyat mana yang tak bangga
Jokowi jujur dan rendah hati
Jokowi koran-koran beritakan dia
Jokowi siap bekerja dengan tangkas
Jokowi pilih dia jangan lupa
Jokowi…Jokowi…Jokowi…..iiiiiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaaa……..
Foto-foto OI
Menunjukan bahwa OI memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi
Semboyan yang jarang dimiliki oleh organisasi penggemar penyanyi lainya

foto Iwan Fals berduet dengan (alm)Gesang di RCTI 17 Februari 1995
Judul lagu Kembar Iwan Fals
Diatas adalah 4 buah judul lagu yang dinyanyikan Iwan Fals. Lagu ‘Mak’ adalah karya Iwan Fals dimasa dia belum populer terdapat dalam album Perjalanan tahun 1980. Lagu ‘Emak’ digarap bersama dengan Bagoes AA dan berada dalam album Wakil Rakyat tahun 1987. Lagu ‘Ibu’ karya keren Iwan Fals yang musiknya dikerjakan oleh Ian Antono dapat dijumpai dalam album 1910 tahun 1988. Lagu ‘Kebaya Merah/Ibuku’ adalah karya Iwan Fals yang diaransemen musiknya oleh kelompok SWAMI, kelompok saat Iwan Fals bergabung, dan lagu ini berada dalam album SWAMI II tahun 1991.
Mak, Emak dan Ibu maknanya sama yaitu orang tua perempuan, orang tua yang melahirkan kita. Cukup banyak lagu Iwan Fals yang berkisah mengenai Ibu dengan judul yang mirip. Memang sosok Ibu selalu menarik dikisahkan lewat media apa saja seperti dalam lagu-lagu Iwan Fals ini yang merupakan puji-pujian kepada sosok seorang ibu. Dan mungkin Iwan Fals bingung mau memberi judul apa yang tepat. Mungkin dia sempat memikirkan judul Mama, Mami, Mimi tapi dimasa itu mungkin kurang pas. Dan bisa jadi dia sudah memikirkan judul Mbok tapi ndak jadi dipake. Bunda?.
Menambahkan informasi, ada lagu dengan judul ‘Karena Kau Bunda Kami’ dalam album kelompok Dalbo th 1993. Iwan Fals juga bergabung dalam kelompok ini. Dan lagu bertema ibu dengan makna luas ini dibuat oleh Sawung Jabo, Iwan Fals ikut menyanyikannya bersama-sama personil Dalbo lainnya.
Puing dan Puing
Karena sama persis judulnya, maka untuk tidak membingungkan kita ubah menjadi ‘Puing I’ dan ‘Puing II’. Pada intinya kedua lagu ini berkisah tentang hal yang sama, yaitu mengenai perang dan penggunaan senjata nuklir. Lagu ‘Puing I’ ada dalam album Iwan Fals Sarjana Muda tahun 1981. Lagu ini bercerita mengenai suasana setelah peperangan yang menyisakan banyak duka.
Selang dua tahun kemudian Iwan Fals merilis album Sumbang tahun 1983 yang didalamnya juga ada lagu berjudul Puing, namun lagunya sedikit berbeda dengan Puing versi sebelumnya. Puing II ini bercerita mengenai dampak perang dari sisi para pengungsi. Lalu dalam album Mata Dewa tahun 1989, lagu Puing II ini diaransemen ulang dengan karakter musik rock dari Ian Antono dan vocal garang Iwan Fals. Pada album Mata Dewa judulnya juga sama, Puing.
Cukup membuat bertanya-tanya, mengapa dalam tempo dua tahun Iwan Fals merilis lagu yang berbeda namun menggunakan judul yang sama. Bukannya bisa saja dia memilih judul lainnya. Tapi itu tentu rahasia dapur Iwan, kita cukup menikmati lagunya saja.
Nak dan Nak
Lagu ini judulnya juga sama persis. ‘Nak’, gitu saja. Supaya tidak membingungkan, maka penggemar memberi tambahan pada judulnya, yaitu ‘Nak’ dan ‘Nak (2)’. Yang berjudul ‘Nak’ ada dalam album Iwan Fals bertitel Sugali tahun 1984. Sedangkan yang ‘Nak (2)’ ada dalam album Iwan Fals bertitel 1910 tahun 1988.
Kedua lagu ini intinya sama saja bercerita mengenai harapan orang tua kepada anaknya. Namun terdapat perbedaan mencolok diantara kedua lagu ini. Yang lagu ‘Nak’ berisi harapan seperti pada umumnya orang tua kepada anak lelakinya agar kelak menjadi anak yang mandiri. Sedangkan lagu ‘Nak (2)’ malah semacam keputusasaan orang tua terhadap masa depan anak-anaknya yang dianggap susah diraih bila ditempuh dengan cara yang wajar. Lagu Nak yang kedua ini adalah kritikan Iwan Fals terhadap timpangnya kehidupan sosial sehari-hari dimana orang jujur dimusuhi, orang salah di sembah-sembah.
Kota dan Kota
Dalam album Aku Sayang Kamu tahun 1986, Iwan Fals merilis lagu ‘Kota’. Dalam lagu ini, kota dikisahkan sebagai tempat yang buas tempat bertarung untuk kehidupan, penuh kelicikan disetiap sudutnya. Lagu ini dinyanyikan Iwan Fals dengan karakter kuat dengan nada-nada ekstra tinggi dan lepas. Mbah yakin sekarang Iwan Fals bakal kerepotan menyanyikan ulang nada-nada tinggi dalam lagu ini.
Selang setahun kemudian muncullah album Lancar (1987), album ini semacam kolaborasi Iwan Fals dengan kawan-kawannya yaitu Maman Piul dan Dama Gaok. Dalam album ini muncul lagi lagu yang berbeda namun berjudul sama persis, yaitu Kota.. Untuk tidak membingungkan, maka penggemar menamakan judul lagu dalam album Lancar ini menjadi Kota (2). Point isinya juga sama mengenai kerasnya hidup di kota.
Asik kan, dalam tempo setahun penyanyi yang sama merilis dua lagu berbeda dengan judul yang sama persis.
Kedua lagu ini berada dalam album Iwan Fals yang sama, yaitu album Aku Sayang Kamu tahun 1986. Judulnya memang sama dan dibedakan dengan Timur Tengah I dan Timur Tengah II yang tercetak pada cover. Berupa lagu mengenai konflik di kawasan Timur Tengah yang terjadi saat lagu ini dirilis.
Khusus untuk lagu Timur Tengah II, lagu ini selanjutnya dirilis ulang dengan aransemen musik yang berbeda dengan vocal Iwan Fals yang lebih gahar dan sentuhan musik rock khas Ian Antono. Lagu ini kemudian diganti/ditambahkan judul ‘Bakar’ dan dimasukkan kedalam album Mata Dewa tahun 1989.
Potret dan Potret
Saat bersama kelompok SWAMI, Iwan Fals menyanyikan lagu berjudul ‘Potret’ yang dikemas dalam album fenomenal SWAMI tahun 1989 yang melahirkan hits Bento dan Bongkar. Lagu Potret versi SWAMI ini berisi semacam penolakan terhadap nasehat yang sering diberikan tanpa menyertakan solusi atau sesuatu yang nyata. Mungkin lagu ini mengkritik para motivator-motivator yang kerap tampil. Mereka menyemangati orang untuk sukses, tapi hanya sebatas omongan. Merek menjual nasehat untuk memperkaya dirinya saja. Peduli orang berhasil menjalankan nasehatnya itu atau tidak.
Lalu pada album Belum Ada Judul tahun 1992, kembali Iwan Fals merilis lagu berjudul ‘Potret’. Namun lagu ini sangat berbeda jauh dengan Potret sebelumnya. Pada versi ini Iwan Fals menterjemahkan profil kehidupan kota dengan segala macam warna-warninya dalam sebuah lagu yang hanya diiringi gitar akustik yang dimainkannya sendiri.
Dua lagu yang jauh berbeda namun berjudul sama persis. Yang satu ada saat Iwan Fals bergabung dalam format kelompok musik, sisanya dalam format solo album Iwan Fals.
Ada pula lagu Iwan Fals dengan judul Potret Panen + Mimpi Wereng. Kalo yang ini judulnya tidak dianggap sama meski diawali dengan 'potret' :).
-------------------
sumber:iwanfalsmania.com
Konser Iwan Fals Di Surabaya, Nopember 2012
Iwan Fals
kembali datang bernyanyi untuk publik di Surabaya. Konser di Surabaya
kali ini lagi-lagi tanpa publikasi yang luas. Namun penampilan Iwan Fals
& Band cukup menghibur warga Surabaya dan sekitar yang datang
menonton aksinya pada siang bolong di hari Ahad, 25 Nopember 2012 di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari Surabaya.
Stadion yang dulu pernah menjadi saksi sejarah pentas megah Swami dan
Kantata Takwa pada masa kejayaan Iwan Fals di tahun 90-an.Awalnya saya mengira penonton akan membludak memenuhi lapangan sepakbola, ternyata tidak. Padahal tiket dihargai 35 ribu rupiah, masih lebih mahal tiket masuk konser di Panggung Kita, Leuwinanggung (rumah Iwan Fals). Perkiraan meluapnya penonton juga karena faktor lokasi di Stadion Tambaksari yang memang langganan konser dan menyimpan sejarah konser akbar Iwan Fals saat masih bersama Kantata Takwa tahun 90-an silam. Saat itu membuat stadion ini seperti tidak dapat menampung penonton.
Cuaca memang sangat terik, saya yang tinggal di Surabaya saja cukup tersiksa siang itu apalagi teman-teman yang datang dari berbagai kota termasuk dari Jakarta yang cuacanya tidak sepanas kota pahlawan ini. Saya lihat beberapa kawan menjadi lemas tidak bersemangat, termasuk saya yang sampai menghabiskan 3 botol sedang air mineral. Andai penonton penuh, rasanya banyak yang pingsan. Dan mungkin karena faktor cuaca ini, saya amati penampilan Iwan Fals dan Band tidak terlalu menggebu-gebu.
Jingle Kopi Top
Kopi Top
(Iwan Fals)
Pagi siang sore malam
Apalagi ngumpul bareng teman-teman
Ngobrol ngalor ngidul asiknya nggak karuan
Serasa dunia milik kita
Pagi siang sore malam
Walaupun luntang lantung sendirian
Kopi Top kopi Top
Serasa jadi orang paling top
Inspirasi mengalir cukup secangkir
Kopi Top kopi Top... Top coffee
Top topnya kopi Top
Kopi Top kopi Top... Top coffee
Top topnya kopi Top
Sruput sruput sruput sruput
sumber: iwanfalsmania.com
Iwan Fals Ingin Ke Jambi
Jambi (ANTARA News) - Vokalis dan pimpinan grup musik balada Ndeso Jambi Iif Ranupane menyatakan dirinya ingin menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk bisa menghadirkan penyanyi balada Iwan Fals yang sangat terobsesi mengunjungi Kabupaten Kerinci.
"Jika memang mendapat respon positif, kita bisa kembali menghadirkan Iwan Fals ke Jambi, karena memang dia sangat terobsesi ke Jambi dan yang paling diidamkannya adalah mengunjungi Kerinci," kata vokalis dan pimpinan grup band Ndeso Iif Ranupane di Jambi, Sabtu.
Mantan Ketua Orang Indonesia (OI) pusat yang kini menjabat pembina organisasi pecinta Iwan Fals dan lagu balada tersebut, Iwan Fals memang sangat ingin bisa mengunjungi Kerinci secara langsung setelah dia sempat menyisir daerah-daerah di Sumatera.
Saat dalam petualangan di Pulau Andalas beberapa tahun lalu pascamenghadiri kegiatan tanam sejuta pohon bersama MS Ka`ban ketika masih menjabat Menhut, waktu itulah Iwan mendapati kabar tentang keelokan dan kekayaan budaya masyarakat Kerinci yang hidup di balik Bukit Barisan dan di kaki Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera.
"Iwan menyampaikan keinginan itu kepada saya. Niatan itu saya sampaikan ke Budpar, karena Disbudpar yang dipercaya menjadi tuan rumah Forum Group Discussion (FGD) tentang penanggulangan bahaya narkoba memprogramkan akan menggunakan kekuatan musik balada untuk kampanyenya tersebut, ini sangat klop dengan tipikal musik dan lagu Iwan Fals," kata Iif.
Ia yakin akan berkesempatan membawa sahabatnya Iwan Fals artis yang memiliki jutaan fans fanatik seantero Tanah Air itu ke Jambi untuk kedua kalinya.
Saat ini, Iif dan grup band Ndeso-nya tengah mematangkan persiapan gelar konser keliling Sulawesi dan Sumatera yang direncanakannya dengan penyanyi balada lainnya yakni Sawung Jabo dan gitaris Totok Tewel yang keduanya juga merupakan sahabat Iwan Fals dan anggota grup band Kantata Takwa yang dipimpin Iwan Fals.
Jokowi ingin gaet Iwan fals
Setelah berhasil menggaet Grup band Slank, kini giliran seorang musisi besar Indonesia yang menjadi incaran Joko widodo atau yang biasa disapa jokowi.
"Saya ingin ketemu juga dengan Iwan Fals. Dia kan seniman besar," kata Jokowi saat menyambangi redaksi Tribun Jakarta, Senin (16/4/2012) siang.
Jokowi juga menambahkan bahwa dirinya ingin sekali bertemu dengan Iwan Fals meski ia belum menghubungi Iwan.
"Tapi memang belum ada jadwal ketemu dia. Mudah-mudahan nanti bisa ketemu," kata Jokowi di sela diskusi dengan redaksi Tribun Jakarta
Foto Iwan Fals hijaukan kota Boyolali
Afgan singkirkan Iwan Fals di piala AMI 2012
Diajang Anugerah Musik Indonesia untuk kedua kalinya, Afgan menyabet piala AMI Awards dalam kategori penyanyi solo terbaik.Ia sebelumnya juga mendapatkan penghargaan bergengsi ini pada tahun 2009.
Hebatnya juga penyanyi imut ini mengalahkan 5 nama besar diantaranya :Iwan Fals, Marcell, Once Mekel, Sandhy Sandoro, dan Vidi Aldiano.
Afgan juga tak menyangka akan mengalahkan senior juga idolanya yaitu Iwan Fals."Justru saya menjagokan beliau (Iwan Fals), saya mengidolakan dia. Terima kasih banget, mungkin ini rezeki dari Tuhan,"kata Afgan setelah ditemui di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2012 yang lalu.
Semoga juga bang Iwan bisa mengoleksi penghargaan yang lainya tahun depan.
Lagu Sore Tugu Pancoran
Si budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang maghrib hujan tak reda
Si budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang
Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal
Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si budi diam di dua sisi
Iwan Fals bersama polisi cilik di PagarAlam
Iwan Fals - Bento [Video]
Lirik lagu Iwan Fals Bento
ENamaku Bento, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
A
Orang memanggilku bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas segalanya
E
Asyik…!
E
Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
A
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
Yang penting aku senang, aku menang
B A
Persetan orang susah karena aku
B A
Yang penting asyik, sekali lagi
E
Asyik…!
E
Khotbah soal moral, omong keadilan
A
sarapan pagiku
E
Aksi tipu-tipu, lobying dan upeti
A
wow…jagonya
E
Maling kelas teri, bandit kelas coro
A
itu kan tong sampah
B A
Siapa yang mau berguru datang padaku
B
Sebut tiga kali namaku
A
Bento, Bento, Bento
E
Asyik…!
Download lagu ini yok
Iwan Fals - Ibu [Video ]
Lirik lagu Iwan Fals Ibu
(*)Am FM7 Am
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
FM7 Am/D E
Lewati rintang untuk aku anakmu
Am FM7 Am
Ibuku sayang masih terus berjalan
FM7 Am/D E Am
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Am/B C Am/D FM7 Am
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
C Am/D FM7 Am
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Int : Am Am/C Am/B
Am FM7 Am
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
FM7 Am/D E Am
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Am/B C Am/D FM7 Am
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
C Am/D FM7 Am
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Int : Am FM7 Am7 Am/D
Am C C/B
kembali ke (*)
Bikin Soundtrack 'MAMA CAKE', Iwan Fals Resapi Dulu Filmnya
Kapanlagi.com - Mungkin inilah sosok seniman sejati. Iwan Fals yang dipercaya mengisi soundtrack film MAMA CAKE dengan lancar menjalankan tugasnya. Hanya dengan melihat filmnya, Iwan Fals dengan lancar menggarapnya.
Ditemui saat take vocal soundtrack MAMA CAKE di Studio Bilangan Cipete Raya, Jakarta, Senin (11/6) malam, Iwan menceritakan tentang proses pembuatan soundtrack film karya Anggy Umbara ini.
"Prosesnya saya nonton film itu lalu diminta ngisi soundtrack. Diminta di aransemen, saya langsung mengiyakan. Prosesnya sekitar 2 minggu. Saya dengar aransemen yang ada di musik itu. Karena saya sudah nonton filmnya saya jadi nggak terlalu sulit untuk meresapi," tutur Iwan.
Selain bernyanyi dan turut menggubah aransemen lagu soundtrack, Belum Ada Judul, Iwan juga memainkan harmonika dalam lagu. Lagu soundtrack ini ia garap bersama Fajar Budiman dari Laduni Band.
Lagu ini sejatinya bukan lagu baru. Untuk kepentingan film, lagu ini diaransemen ulang supaya terdengar lebih segar dan juga Iwan dengan mudah melantunkannya. Sebab, ia kebingungan jika diminta melantunkan lagu itu dengan aransemen lama.
"Di sini saya juga mengisi bagian harmonika. Saya penyanyi, saya tahu apa yang harus saya kerjakan. Saya disuruh nyanyi aransemen yang lama malah bingung saya. Umur saya berapa waktu itu?" pungkasnya lalu tertawa. (kpl/dis/dka)
sumber : kapanlagi.com
Halaman facebook Oi Tulungagung
buat sobat yang mencari halaman Oi Tulungagung jgn bingung. Langsung meluncur ke www.facebook.com/pages/OI-Tulungagung/150003165135486
Fans Oi Tulungagung di Twitter
ini nih twitternya Oi-Tulungagung -> http://twitter.com/#!/OiTulungagung
Konser Iwan Fals di Makassar, April 2012
Ini ketiga kalinya Iwan Fals datang ke kota Anging Mammiri dalam dua tahun terakhir. Kali ini Iwan Fals dihadirkan oleh SMA Negeri 2 Makassar mengisi acara pentas seni sekolah tersebut sekaligus untuk menebar inspirasi kehidupan. Berikut ini adalah liputan konser tersebut yang ditulis oleh Geza, sahabat iwanfalsmania.com. Tulisannya keren, membacanya serasa hadir dalam konsernya, gan :)
Liputan Konser Iwan Fals "Live Our Inspiration"
CCC Makassar, 21 April 2012
Jarum Jam menunjukkan pukul sembilan lewat setengah jam malam itu. Iwan Fals yang ditunggu-tunggu penggemarnya muncul dari balik panggung menebar senyum sambil membenarkan kacamatanya. Gitar akustik melengkapi penampilannya yang sedehana. Ia mengenakan kaos polo cokelat yang dipadu dengan celana jins biru."Ini lagu mengingatkan saya ketika masa-masa SMA dulu, untuk kalian yang masih muda-muda...!", teriaknya. "Dia tau... dia rasa... cinta ini milik kita...". Petikan syair dari lagu berjudul ‘Buku Ini Aku Pinjam’ menjadi tembang pembuka penampilan penyanyi balada Iwan Fals dihadapan ribuan penonton yang memadati gedung Celebes Convention Centre (CCC) Makassar, Sabtu (21/4) malam.
"Rata-rata hafal liriknya, kalian lahir tahun berapa..?", tanya Iwan sambil tersenyum. Iwan membuat penggemarnya yang hadir di acara Pentas Seni SMA 2 Makassar bertajuk "Live Our Inspiration" terus bergoyang.
![]() |
| Emmy Saelan |
Hanya berselang beberapa menit usai lagu pertama, Iwan menyapa seluruh penggemarnya. "Lagu kedua untuk seluruh siswa yang baru ujian semoga ujiannya lulus, kekasihnya juga dapat...!", kata Iwan bercanda. Tanpa dikomandoi, seluruh penonton ikut bernyanyi pada lagu kedua Iwan Fals yang berjudul ‘Kumenanti Seorang Kekasih’.
Dilagu ketiga, Iwan masih tetap berada dijalur cinta dengan mengusung lagu yang berjudul ‘Mata Indah Bola Pimpong’. Penonton pun kembali bergoyang dan bernyanyi lagi tanpa dikomandoi mengikuti irama lagu. Begitupun ketika lagu keempat ‘Mabuk Cinta’ mengalun, penonton semakin kompak dengan koor dan jingkrak-jingkraknya.
Memasuki lagu kelima ‘Ijinkan Aku Menyayangimu’ tempo sedikit menurun karena lagu ini memang agak sedikit slow seolah Iwan memberi kesempatan kepada penonton untuk rehat sejenak dari goyangannya, tapi koor penonton tetap saja menggema mengikuti irama lagu. Tempo agak sedikit naik ketika intro lagu keenam ‘Yang Terlupakan’ dimainkan oleh Edi Daromi dengan denting pianonya.
Memasuki lagu ketujuh ‘Pesawat Tempur’ suasana memanas. Totok Tewel gitaris yang setia mendampingi Iwan Fals disetiap penampilannya, mengganti gitarnya dari akustik ke gitar elektrik. Tepukan dan teriakan penonton tak cukup. Sebagian besar penonton berlompat-lompatan untuk menyambut lagu ‘Pesawat Tempur’. Raungan melodi gitar elektrik Totok Tewel serta gebukan drum Raden yang sudah tidak pake baju semakin membuat penonton histeris.
Betotan bass Ferry Lucky diawal lagu kedelapan ‘Bento’ membuat penonton semakin lupa diri. Lagu yang paling ditunggu-tunggu akhirnya melantun juga. Teriakan "Bento, Bento, Bento...!" membuat Iwan makin bergairah. Lagu yang cukup akrab ditelinga seluruh penonton ini tak bisa menahan emosi untuk kembali bernyanyi dan bergoyang.
"Kalau dinegeri ini masih banyak Bento, jangan takut, masih ada Bongkar..!!", teriak Iwan Fals ketika lagu kesembilan ‘Bongkar’ mengalun, dan tetap saja membuat penonton semakin histeris. Karena kedua lagu tersebut (Bento dan Bongkar) sangat terkenal, hingga penonton yang masih SMA dan mungkin belum lahir dijamannya album ‘SWAMI’ (tahun 1989) pun tau lagu ini dan ikut bernyanyi.
Suasana kembali tenang dan rehat dari goyangan ketika memasuki lagu kesepuluh yang berjudul ‘Frustasi’. Oi dan Falsmania tetap ikut bernyanyi sementara yang anak SMA pada bengong. Wajarlah karena lagu ini jadul banget (tahun 1979) dan pasti jarang mereka dengar, nanti mereka ikutan nyanyi dikit ketika memasuki lagu kesebelas ‘Ujung Aspal Pondok Gede’. Gitar akustik kembali Iwan mainkan sambil sesekali meniup harmonika. Iwan Fals berpesan bagi pemuda sebagai generasi penerus agar memikirkan baik-baik soal kebijakan jika kelak menjadi pemimpin.
"Orang Makassar hebat-hebat. Buktinya ada yang bisa berlayar pakai Phinisi sampai ke Madagaskar sana. Mestinya banyak pemimpin yang bisa lahir dari sini. Saya memimpikan Indonesia punya pemimpin seperti dewa. Tak usah seutuhnya. Cukup setengah saja...", tutur Iwan Fals lalu melanjutkan parade tembangnya dengan menyanyikan lagu keduabelas ‘Manusia Setengah Dewa’. "Hidup Mahasiswa...!!, Hidup Mahasiswa...!!", pekik sebagian penonton yang juga mahasiswa ketika Iwan Fals akan memulai menyanyikan lagu itu.
"Lagu ini saya persembahkan buat Ibu saya yang lagi senang-senang di Rumah Sakit..", begitu komentar beliau ketika memasuki lagu ketigabelas ‘Ibu’. (Ibu Iwan Fals, ibu Lies, sejak tanggal 18 April 2012 dirawat di rumah sakit karena penyakit gula). Iwan menyanyikan lagu ini penuh penghayatan, seolah teringat betul sama Ibunya yang sedang terbaring di rumah sakit, penonton pun menyalakan korek pertanda turut merasakan kesedihan yang benar-benar dialami Iwan yang sekarang jauh dari Ibunya yang sedang sakit.
Di lagu keempatbelas ‘Oemar Bakri’ dari Iwan Fals kembali mengajak penonton bergoyang dan bernyanyi dengan irama lagu jenaka ini disertai tingkah Iwan dan personel band yang lucu dan bikin heboh. Ketika memasuki intro tengah, Totok maju kedepan dan memainkan melodi dengan gitar kecil (mirip okulele), sementara Iwan membunyikan lonceng sepeda kumbang yang memang sengaja dipasang di tiang mikrofon. Lalu kemudian Iwan Fals dan Totok Tewel mundur mendekati Edi Daromi yang sibuk berimprofisasi dengan Pianonya. Lucky pun tak mau kalah dia memainkan Bassnya didepan Raden yang menggebuk Drumnya sambil berdiri.
Iwan Fals menawarkan hal berbeda bagi penggemarnya di Makassar pada konser kali ini. Ketika lagu kelimabelas yang berjudul ‘Kemesraan’, lagu ini dia nyanyikan dalam bahasa Makassar. Tak ayal penonton dibuatnya tak kuasa menahan senyum. "Tadi pagi saya coba belajar bahasa Makassar, dan inilah hasilnya....", tutur Iwan. Dengan terpatah-patah Iwan mencoba melafalkan bait Kemesraan versi Makassar. "Kemesraan anne, teako tettere' la' busu'. Atingku Sannang, kalengku sannang ri kalennu..." (Artinya: "Kemesraan ini janganlah cepat berlalu, hatiku damai, jiwaku tentram bersamamu").
"Liriknya udah betul belum..?", tanya Iwan. Hahaha saya ikut ketawa dan tepuk tangan. Aneh aja rasanya liat Iwan Fals nyanyi versi Makassar. Iwan lalu menyambungkan sebagian bait akhir lagunya dengan versi asli berbahasa Indonesia. Penonton memanfaatkan momen itu untuk menyanyi bersama. "Terima kasih Makassar, tetap jaga prinsip siri' na pacce...", katanya berniat mengakhiri penampilannya.
Sedianya lagu ‘Kemesraan’ adalah penutup konser malam itu tapi penonton kompak berteriak "Lagi !! Lagi !! Lagi !!". Iwan pun mengalah dan menambah satu lagi menjadi lagu keenambelas yang berjudul ‘Aku Milikmu’ karya Pongky. Maka mengalunlah lagu itu diiringi koor penonton sampai habis. Dan seperti biasa diakhir konser Iwan Fals dan seluruh personel maju kedepan berjejer menghadap ke penonton sambil memberi salam penghormatan. Ruku' bersamaan tiga kali dan sujud bersamaan satu kali lalu Iwan Fals berdiri dan memekikkan "Oi ! Oi ! Oi ! Terima kasih semuanya dan sampai jumpa lagi.. Mangkasara ! Mangkasara !", pekik beliau sebelum turun panggung. Penonton pun bubar dengan tertib dan damai tanpa ada kerusuhan.
Demikian laporan saya, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, hehe.. Ditulis di Makassar pada tanggal 23 April 2012. Salam Hormat dan Salam Sahabat dari Geza yang selalu merindukan orang seperti kalian. Terima Kasih..Wassalam.
![]() |
| Totok Tewel - Gitar |
![]() |
| Edi Daromi - Keyboard |
![]() |
| Ferry Lucky - Bass |
![]() |
| Raiden Soedjono - Drum |
Makassar
-----------------------------------------------------
sumber







































