Oi-Tulungagung

Album Iwan Fals Keseimbangan

Posted by Unknown on Minggu, 24 Juni 2012 , under | komentar (0)



Saya tidak bisa banyak berkata-kata setelah mendengar lagu-lagu dalam CD album terbaru Iwan Fals Keseimbangan yang launching pada 20 Februari 2010 di rumahnya desa Leuwinanggung Depok. Beberapa kali memutar dua belas lagu yang ada saya cukup berkomentar bahwa album ini kaya dengan musik. Tentu saja tetap diimbangi dengan materi lagu yang berkualitas dengan lirik-lirik yang sebagian kritis, namun lebih didominasi dengan lagu-lagu yang memberi pesan untuk kelestarian alam.


Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu 'lama' dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.

Pada paragraf awal saya katakan album ini kaya dengan musik, mungkin karena ada Totok Tewel sebagai lead guitar yang membuat musiknya terasa berbingkai rock?. Namun tentu saja semua pemain band berperan besar dalam hidupnya lagu-lagu dalam album ini yaitu mas Heirrie (bass - yang juga melakukan mixing), mas Edi (keyboard) serta mas Deni (drum). Tapi aah.. saya bukan pengamat musik, hanya penikmat biasa saja yang cuma bisa mengatakan sebuah lagu enak atau tidak berdasar selera pribadi dan kadar sensitif gendang telinga saya.

Yaaaah, daripada berpanjang lebar.. ngomong ini dan itu yang kalau ndak sengaja salah ketik bisa-bisa menyinggung perasaan beberapa orang (hehehe)... lebih baik dengarkan sendiri lagu-lagu di album Keseimbangan ini, dan sampaikan atau simpan komentarmu.

Perhatian: dibawah ini rekomendasi saya PRIBADI lho ya, bukan titipan atau atas nama Iwan Fals, Tiga Rambu, manajemen atau tukang parkir di pasar hehe, lha wong saya ndak ada sangkut pautnya dengan mereka. Saya cuma penggemar biasa boss.. penggemar yang menikmati musik berkualitas dan lirik lagu yang inspiratif.. hehe..

Rekomendasi saya pribadi tentang album ini... Silahkan dibeli, lumayan bagus dan ndak begitu mengecewakan (itupun kalau punya uang, kalau belum ada uangnya, jangan nyolong.. dosa! mending pinjem kaset/cd punya temen). Album ini recomended untuk didengarkan dirumah, dimobil atau bahkan di warung-warung. Juga sangat recomended dimiliki untuk langsung disimpan tanpa dibuka plastik segelnya sebagai koleksi. Mengapa? karena desain cover album ini keren. Konsep cover yang belum pernah ada pada album-album Iwan Fals sebelumnya.

Tapi untuk sekarang album ini tidak dijual di toko kaset/cd. Album ini cuma bisa dibeli di kantor PT.Tiga Rambu yaitu di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), atau beli secara online melalui situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id). Kenapa begitu? Karena Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk distribusi album terbarunya. Iwan Fals mempunyai label sendiri yaitu Fals Record.

Musik bagus.. asik.. ajiiib, lirik oke, cover keren..... Benar-benar seimbang.... (meski kata beberapa kawan harganya ndak seimbang dengan kantong mereka :P)

Ini dia list lagu dalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN

1. Suhu (lirik Subur Raharja)
2. Ya Allah Kami
3. Hutanku (lirik MS Kaban)
4. Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma'mun)
5. Tanam Siram Tanam
6. Ayolah Mulai
7. Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)
8. ^O^
9. Sepak Bola
10. Kuda Coklatku
11. Jendral Tua
12. Malahayati (Lirik Endang Murdopo)

Sebagian besar lirik lagunya sudah pernah saya post di blog ini jauh sebelum album Keseimbangan rilis.

Tambahan: Mohon maaf saya tidak post liputan konser Launching Album Keseimbangan yang diselenggarakan pada 20 Februari 2010 mulai jam 19.30 WIB, meskipun saya bisa hadir disana. Toh di TV juga disiarkan meski tidak utuh :)

Sahabat semuanya, terima kasih sudah rutin mengunjungi blog ini dan mengapresiasinya. Terima kasih untuk mas Iwan, mbak Yos, mbak Titin, Cikal, mbak Kresnowati, Silla, Ferry, mas Manto, Firman dan keluarga besar Tiga Rambu lainnya. Serta tidak lupa spesial buat pemain band mas Heirrie Buchaeri, mas Edi Daromi, mas Deny Kurniawan, mas Toto Tewel... wis ah, pokoknya semuanya. Saya mau istirahat dulu, capek.. hehehe... Oke kawan-kawan, sampai ketemu lagi di post berikutnya yang entah kapan.. itupun kalau ndak males.. :P (SB)



sumber:http://www.iwanfalsmania.com

Lagu Iwan Fals menjadi pilihan untuk aksi demo

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



lagu iwan fals demoLagu Iwan fals yang sarat dengan kritik dan pesan sosial memang banyak disukai masyarakat. Lagu Iwan Fals sesuai dengan ungkapan hati mereka untuk pemerintah. Ketika kesulitan ekonomi yang mereka rasakan semakin menghimpit dan pemerintah seakan menutup mata untuk itu, mereka melakukan demonstrasi. Lirik Iwan Fals dengan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat yang lebih sering terlupakan oleh pemerintah seperti: jeritan anak yang kelaparan, anak-anak jalanan yang terlantar, nasib orang-orang yang sulit mendapatkan pengobatan, nasib pekerja rendahan dan seorang guru yang tidak mendapatkan perhatian selayaknya.

Aksi demo yang digelar karena harga-harga sembako yang mahal. Tunjangan pekerja yang tidak dikeluarkan setelah PHK. Sungguh kompleks memang permasalahan masyarakat kita, namun semuanya ada dalam lirik lagu Iwan Fals. Ketika masyarakat telah jenuh dengan kebohongan-kebohongan pemerintah, mimpi-mimpi yang diberikan tidak seindah yang dijanjikan. Lagu Iwan Fals yang paling sering dinyanyikan adalah Bongkar dan Wakil Rakyat. Lirik lagu ini sesuai dengan masa pemerintahan dari masa ke masa. Indonesia tidak dapat lepas dari praktek KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme), jadi tidak perlu heran dengan aksi demo yang meminta para pejabat untuk membuktikan kata-kata yang mereka ucapkan sendiri ketika ajang pemilihan. Seperti lagu Iwan Fals yang berjudul Buktikan dalam album Manusia Setengah Dewa yang digarap pada tahun 2004. Liriknya berbunyi: Buktikan buktikan! Kalau hanya omong burung beo pun bisa. Lirik ini merupakan permintaan tanggungjawab atas janji yang mereka ucapkan saat pemilu namun hasilnya setelah terpilih nihil.
Iwan Fals adalah orang yang selalu melihat, mendengar dan merasakan kemudian beliau mengkritik dan berbicara secara lugas dalam sebuah lagu. Iwan Fals memiliki penggemar yang berasal dari berbagai kalangan, mereka mulai mengenal karakter Iwan Fals melalui lagu-lagu yang diciptakannya dan mereka mengagumi karya-karyanya. Lagu-lagu Iwan Fals sering dinyanyikan saat demonstrasi karena lagu Iwan Fals dapat mengekspresikan keinginan mereka, ungkapan kekesalan mereka dan memberikan pencerahan kepada pejabat tentang kesengsaraan rakyat Indonesia.

From Zero to Hero

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



iwan fals the heroDunia musik selalu melahirkan legenda-legenda yang mempunya cerita menarik. Masing-masing jenis musik selalu menghasilkan beragam pesona dari persona-persona luar biasa. Sang legenda selalu memiliki pesona yang selalu membuat pecintanya makin jatuh cinta. Dari beragam jenis musik di Indonesia, dari ribuan artis indonesia, dari angkatan lama hingga terbaru, nama Iwan Fals adalah legenda.
Berangkat dari musik jalanan, iwan fals sukses menyuarakan hatinya sendiri lewat lagu. Lagu-lagunya selalu berisikan pesan kemanusiaan, kemarahan atas ketidak adilan dan pemberontakan terhadap kesewenang-wenangan. Iwan fals bagaikan oase atas keringnya telaga kasih sayang dan kepedulian terhadap orang-orang yang dianggap marjinal. Untuk pecinta musik Indonesia, nama iwan fals tak akan pernah lekang.
Iwan fals terlahir dengan nama Virgiawan Listanto. Nama Iwan fals sendiri didapat ketika Iwan masih berjuang menghadapi kerasnya kehidupan jalanan. Roda nasib berjalan serta membawa sang legenda pada dunia hiburan. Saat itu, dunia hiburan tanah air belumlah sekomersial saat ini ketika sang legenda masih bisa leluasa menuangkan idealismenya dalam pita kaset rekaman. Tak pelak lagi, lagu-lagunya adalah cerminan kegelisahannya, serta boleh jadi adalah cerminan kegelisahan banyak orang.
Diantara jajaran penyanyi indonesia, Iwan berhasil menduduki posisi tertinggi di kalangan rakyat kebanyakan. Kalangan ini adalah kalangan yang tak pernah merasakan gemerlapnya panggung-panggung hiburan. Buat mereka, lagu-lagu Iwan adalah pelipur lara sekaligus harapan bahwa masih ada orang peduli di luar sana. Iwan bak tak pernah lelah menyuarakan kegelisahan banyak orang, terutama orang-orang yang tertindah meskipun lirik lagunya cukup berpotensi menggiringnya dalam masalah.
Ditengah iklim politik yang sangat ketat, iwan fals adalah satu dari sedikit penyanyi indonesia yang berani bertutur tentang sakitnya rakyat kecil dihajar oleh ketidak adilan yang tampak terjadi dimana-mana. Ancaman dari antek antek orang-orang yang merasa tersentil dan tersinggung tak membuat sang legenda beringsut. Iwan Fals tetap bergeming hingga kini. Kepeduliaannya pada rakyat kecil telah membuatnya berubah, dari orang tak tahu siapa dia, menjadi pujaan jutaan orang.  
Iwan Fals benar-benar from zero to hero.

Download Iwan Fals - Pesawat Tempurku

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



Download file

Lirik lagu Iwan Fals Pesawat Tempurku

Intro: A F#m E D C#m Bm A
A
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
F#m E A
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
A
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
F#m E A
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
A
Hei kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
F#m E A
Sebentar saja nona sebentar saja hanya sebentar
A
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
F#m E D A
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
F#m E F#m B
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
F#m E
Jangan bilang tidak bilang saja iya
D B E
Iya lebih baik dari pada kau menangis
Reff: A
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
D A
Beri hamba uang beri hamba uang
A
Penguasa penguasa berilah hambamu uang
D A
Beri hamba uang beri hamba uang
D A
Beri hamba uang beri hamba uang
Int: A F#m E A
A F#m E F#m G D A
A
Oh ya andaikata dunia tak punya tentara
F#m E A
Tentu tak ada perang yang banyak makan biaya
A
Oh ya andaikata dana perang buat diriku
F#m E A
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
F#m E
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
F#m B
Westerling pun tersenyum
F#m E
Oh singgahlah sayang pesawat tempurku
D B E
Mendarat mulus didalam sanubariku
Kembali ke: Reff

Konser di PRJ dicoreti kerusuhan

Posted by Unknown on , under , , | komentar (0)



 Iwan Fals bernyanyi, fans di luar PRJ kembali panas
Ratusan fans Iwan Fals dilarang polisi masuk ke arena Pekan Raya Jakarta. Mereka yang semula sudah duduk tenang, kembali mencoba membuat kericuhan dan memaksa ingin masuk.

Hal ini terjadi saat konser Iwan Fals dimulai sekitar pukul 21.00 WIB di PRJ. Mendengar tokoh pujaannya mulai menyanyi, ratusan orang ini pun berteriak-teriak minta masuk. Namun penjagaan ketat petugas sekuriti yang dibantu polisi berhasil mencegah mereka masuk.

Mendapati hal itu mereka terpaksa hanya bernyanyi mengikuti Iwan Fals. Suara musik memang terdengar sampai di Gerbang I tempat para fans Iwan Fals tertahan.

"Penguasa-penguasa.. Berilah hambamu uang!" teriak mereka mengikuti suara Bang Iwan.

Tutup Cepat

Sementara itu, Hall E PRJ yang berisi stand-stand elektronik memilih tutup cepat. Sebelum pukul 22.00 WIB, beberapa stand sudah memilih tutup. Tak hanya itu, mereka juga mencoba menghalangi stand mereka dengan rantai, meja bahkan hydran.

"Pada takut, daripada rusuh atau ada apa-apa," ujar seorang petugas PRJ.

Jalan antara Hall E dan pintu gerbang I pun ditutup. pengunjung yang keluar dari Hall E tidak bisa keluar melalui Gerbang I dan G. Mereka terpaksa memutar karena pintu gerbang itu dipadati banyak pendukung Iwan Fals.

sumber


Foto saat konser di PRJ
http://us.images.detik.com/content/2012/06/18/1371/iwan-9.jpg

Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ

 Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ


Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ

Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ




Iwan Fals Hibur Ribuan Oi di PRJ


sumber foto : http://foto.detik.com

Makna dan Arti dari lambang "Oi"

Posted by Unknown on , under | komentar (0)




Lambang (logo) organisasi Oi berupa gambar siluet berbentuk menyerupai huruf " i " (kecil) tegak melebar berwarna hitam dengan titik berwarna merah darah di atasnya menyatu dengan huruf " O " berwarna putih dalam posisi miring ke kanan.

Makna lambang Oi:
  1. Bentuk huruf " O " berwarna putih miring ke kanan menyatu dengan bentuk menyerupai huruf " i " (kecil) tegak berwarna hitam melambangkan kesucian yang dilandasi keteguhan dan ketegasan sikap.
  2. "Titik" bulat di atas huruf " i " (kecil) berwarna merah darah melambangkan semangat yang membara untuk bersatu.
Makna lambang Oi Tulungagung :
  Hampir dengan lambang yang asli namun, pada lambang Oi Tulungagung ini sedikit berbeda
  • Efek hitam = Karena Indonesia terdiri dari bebagai suku dan warna kulit jadi, warna hitam di dalam huruf O melambangkan persatuan bebagai suku,budaya,warna kulit, dan lain lain

sumber

Iwan Fals Dukung Karate Indonesia

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



HeadlineINILAH.COM, Jakarta - Penyanyi legendaris Iwan Fals terlihat di tengah-tengah tribun pendukung kontingen Indonesia, yang beraksi di Kejuaraan Dunia Karate WKF Premier League, Sabtu (23/6/12).
Kehadiran Iwan menandakan kepedulian terhadap prestasi olahraga karate Indonesia masih mengalir dari berbagai kalangan.
"Saya nonton saja. Sekaligus mau lihat perkembangan karate kita (Indonesia). Hampir semua rata, terutama Malaysia, Iran dan Australia," tutur Iwan.
Penyanyi yang mengaku suka dengan olahraga ini juga mengutarakan harapannya usai turnamen ini berlangsung.
"Semoga dengan ini prestasi Indonesia semakin baik," kata Iwan berharap.
Iwan hadir bersama istri dan anaknya. Belum sempat putaran final digelar, Iwan yang datang dengan jaket dengan penutup kepala itu pulang di saat Indonesia belum memastikan satupun wakilnya menuju final.

sumber

Tertarik Budaya Batak, Iwan Fals Ciptakan Lagu 'Mursala'

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



http://images.detik.com/content/2012/06/24/228/iwandlm.jpgIwan Fals (detikHOT) Jakarta - Film layar lebar berjudul 'Mursala' produksi Raj's Production akan dirilis Desember tahun ini. Penyanyi legendaris Iwan Fals pun menciptakan lagu khusus untuk mengisi sountrack-nya.

Menurut sang eksekutif produser Anna Sinaga, Iwan Fals sangat antusias menggarap lagu tersebut. Iwan tertarik karena film itu mengangkat budaya Batak dan keindahan panorama daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

"Waktu saya berikan script 'Mursala' ke mas Iwan Fals, beliau tertarik untuk membuatkan soundtrack-nya. Makanya dia ciptakan lagu yang judulnya sama dengan filmnya," ungkapnya saat dihubungi detikHOT via telepon, Minggu (24/6/2012).

Kata Anna, lagu 'Mursala' digarap Iwan bersama arranger musik Iwang Noorsaid. Lagu tersebut telah selesai digarap dan sedang dalam proses penyempurnaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Lagu 'Mursala' sudah jadi, tapi mau di-mix sedikit di KL (Kuala Lumpur), sekalian menunggu video klip dan jumpa press. Rencananya Juli nanti, setelah proses mix dan video klip selesai," jelasnya.

Film yang disutradarai Viva Westi itu dibintangi sejumlah aktris dan aktor ternama. Di antaranya Rio Dewanto, Titi Sjuman, Mongol, Tio pakusadewo, Rudy Salam, Roy Ricardo, Elsa Syarief, Bonaran Situmeang, dan juga Anna Sinaga.

"Film ini mengangkat budaya Batak tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh nikah sampai sekarang. Dan ketika mas Iwan Fals menciptakan lagu 'Mursala', buat saya lagu itu sempurna banget," tandasnya.

Sumber

Biografi Iwan Fals

Posted by Unknown on Sabtu, 23 Juni 2012 , under | komentar (0)



Biografi Iwan Fals

Biografi Iwan Fals
Aku lahir tanggal 3 September 1961. Kata ibuku, ketika aku berumur bulanan, setiap kali mendengar suara adzan maghrib aku selalu menangis. Aku nggak tau kenapa sampai sekarang pun aku masih gambang menangis. Biar begini-begini, aku orangnya lembut dan gampang tersentuh. Sebagai contoh, menyaksikan berita di televisi yang memberitakan ada orang sukses lalu medapatkan penghargaan atas prestasinya, aku pun bisa menangis. Melihat seorang ibu yang menunjukkan cinta kasihnya pada anaknya, juga bisa membuat aku tersentuh dan lalu menangis.
Bicara perjalanan karir musikku, dimulai ketika aku aktif ngamen di Bandung. Aku mulai ngamen ketika berumur 13 tahun. Waktu itu aku masih SMP. Aku belajar main gitar dari teman-teman nongkrongku. Kalau mereka main gitar aku suka memperhatikan. Tapi mau nanya malu. Suatu hari aku nekat memainkan gitar itu. Tapi malah senarnya putus. Aku dimarahi.
Sejak saat itu, gitar seperti terekam kuat dalam ingatanku. Kejadian itu begitu membekas dalam ingatanku.
Dulu aku pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan. Kebetulan di sana ada saudara orang tuaku yang nggak punya anak. Karena tinggal di negeri orang, aku merasakan sangat membutuhkan hiburan. Hiburan satu-satunya bagiku adalah gitar yang kubawa dari Indonesia. Saat itu ada dua lagu yang selalu aku mainkan, yaitu Sepasang Mata Bola dan Waiya.
Waktu pulang dari Jeddah pas musim Haji. Kalau di pesawat orang-orang pada bawa air zam-zam, aku cuma menenteng gitar kesayanganku. Dalam perjalanan dalam pesawat dari Jeddah ke Indonesia, pengetahuan gitarku bertambah. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiriku dan meminjam gitarku. Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Soalnya suara gitarku fals. "Kok kayak gini steman-nya?" tanyanya. Waktu itu, meski sudah bisa sedikit-sedikit aku memang belum bisa nyetem gitar. Setelah membetulkan gitarku, pramugari itu lalu mengajariku memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan.
Waktu sekolah di SMP 5 Bandung aku juga punya pengalaman menarik dengan gitar. Suatu ketika, seorang guruku menanyakan apakah ada yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi karena ada anak perempuan yang jago memainkan gitar, aku menawarkan diri. "Gengsi dong," pikirku waktu itu. Maka jadilah aku pemain gitar di vokal grup sekolahku.
Kegandrunganku pada gitar terus berlanjut. Saat itu teman-teman mainku juga suka memainkan gitar. Biasanya mereka memainkan lagu-lagu Rolling Stones. Melihat teman-temanku jago main gitar, aku jadi iri sendiri. Aku ingin main gitar seperti mereka. Daripada nggak diterima di pergaulan, sementara aku nggak bisa memainkan lagu-lagu Rolling Stones, aku nekat memainkan laguku sendiri. Biar jelek-jelek, yang penting lagu ciptaanku sendiri, pikirku.
Untuk menarik perhatian teman-temanku, aku membuat lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang. Mulailah teman-temanku pada ketawa mendengarkan laguku.
Setelah merasa bisa bikin lagu, apalagi bisa bikin orang tertawa, timbul keinginan untuk mencari pendengar lebih banyak. Kalau ada hajatan, kawinan, atau sunatan, aku datang untuk menyanyi. Dulu manajernya Engkos, yang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia selalu tahu kalau ada orang yang punya hajatan.
Di SMP aku sudah merasakan betapa pengaruh musik begitu kuat. Mungkin karena aku nggak punya uang, nggak dikasih kendaraan dari orang tua untuk jalan-jalan, akhirnya perhatianku lebih banyak tercurah pada gitar. Sekolahku mulai nggak benar. Sering bolos, lalu pindah sekolah.
Aku merasakan gitar bisa menjawab kesepianku. Apalagi ketika sudah merasa bisa bikin lagu, dapat duit dari ngamen, mulailah aku sombong. Tetapi sesungguhnya semuanya itu kulakukan untuk mencari teman, agar diterima dalam pergaulan.
Suatu ketika ada orang datang ke Bandung dari Jakarta. Waktu itu aku baru sadar kalau ternyata lagu yang kuciptakan sudah terkenal di Jakarta. Maksudku sudah banyak anak muda yang memainkan laguku itu. Malah katanya ada yang mengakui lagu ciptaanku.
Sebelum orang Jakarta yang punya kenalan produser itu datang ke Bandung, aku sebetulnya sudah pernah rekaman di Radio 8 EH. Aku bikin lagu lalu diputar di radio itu. Tapi radio itu kemudian dibredel.
Setelah kedatangan orang Jakarta itu, atas anjuran teman-temanku, aku pergi ke Jakarta. Waktu itu aku masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Sebelum ke Jakarta aku menjual sepeda motorku untuk membuat master. Aku tidak sendirian. Aku bersama teman-teman dari Bandung: Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul.
Kami lalu rekaman. Ternyata kasetnya tidak laku. Ya, sudah, aku ngamen lagi, kadang-kadang ikut festival. Setelah dapat juara di festival musik country , aku ikut festival lagu humor. Kebetulan dapat nomor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu humorku lalu direkam, diproduseri Handoko. Nama perusahaannya ABC Records. Aku rekaman ramai-ramai, sama Pepeng (kini pembawa acara kuis Jari-jari, jadi MC, dll), Krisna, dan Nana Krip. Tapi rekaman ini pun tak begitu sukses. Tetap minoritas. Hanya dikonsumsi kalangan tertentu saja, seperti anak-anak muda.
Akhirnya aku rekaman di Musica Studio. Sebelum ke Musica, aku sudah rekaman sekitar 4 sampai 5 album. Setelah rekaman di Musica itu, musikku mulai digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani Willy Soemantri.
(diambil dari iwanfals.co.id)
IWAN FALS
Nama asli: Virgiawan Listanto
Nama populer: Iwan Fals
Nama panggilan: Tanto
Tempat tgl. lahir: Jakarta, 3 September 1961
Alamat sekarang: Jl. Desa Leuwinanggung No. 19 Cimanggis,
Bogor Jawa Barat - Indonesia
Pendidikan:
SMP 5 Bandung,
SMAK BPK Bandung,
STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP),
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Orang tua: Lies (ibu), alm. Sutopo (ayah)
Isteri: Rosanna (Mbak Yos)
Anak:
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Anissa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani
Hobi: sepakbola, karate

Pertama

Posted by Unknown on , under | komentar (0)



Ini merupakan blog pecinta Iwan Fals dari Tulungagung